Isi Surat Tukang Cat Kepada Ibu Kekasihnya Yang Kaya Kini Menjadi Sensasi

on 28 Jun 2015

Status sosial memang kerap menjadi penghalang bagi pasangan yang membna hubungan cinta. Penghalang ini biasanya datang dari pihak orangtua. Apakah status sosial masih ada ertinya bagi dua orang yang jatuh cinta? Itulah pertanyaan yang diungkapkan seorang tukang cat dalam  suratnya yang bernada tulus kepada ibu sang kekasih.

Xiao Yang, lelaki berumur 20-an tahun, yang tidak ada pendidikan universiti kerana memang menghindari hal tersebut, merasa bahwa calon ibu mertuanya tidak menyukainya sebagai tukang cat.

Terlebih lagi, kekasihnya, Chen Chen, adalah seorang profesional lulusan universiti. Jadi, dia kemudian menuliskan surat yang dia kirimkan untuk ibu Chen Chen. Beginilah isi surat tersebut:

"Auntie,
Kita bertemu pada festival perahu naga. Saya melihat Anda ragu dengan saya, seperti ada kesalahfahaman antara kita. Jadi, saya ingin menuliskan beberapa kalimat agar Anda mengerti.

Saya seorang tukang cat.

Anda mengatakan, mengecat adalah pekerjaan yang kotor dan melelahkan, tetapi melakukan hal itu tidak susah atau pahit bagi saya.

Anda mengatakan mengecat tidak baik untuk tubuh, tetapi cat itu bukan sesuatu yang berbahaya.

Anda mengatakan saya bekerja dari fajar hingga senja untuk menghasilkan hanya sedikit wang, tetapi sebenarnya saya menghasilkan lebih dari mahasiswa dengan pendapatan terbatas.

Saya hanya meminta agar Anda mengizinkan saya menikahi putri Anda dan saya berjanji untuk tidak meminjam wang Anda untuk membeli rumah."

Surat itu mungkin hanya menjadi urusan peribadi keluarga, tetapi ternyata bocor di situs jejaring sosial khas China, Weibo.

Screenshot postingan surat Xiao Yang yang ditujukan kepada ibu kekasihnya, Chen Chen yang menjadi sensasi di seantero China. Sang tukang cat menuliskan surat ini dengan harapan hubungannya direstui

Surat itu dimuat naik oleh Liu Ji Sho, seorang selebriti internet di China. Postingan Liu Ji Sho yang disertai foto surat aslinya, dilihat oleh lebih dari 15 juta pengguna Weibo dan dukungan untuk Xiao Yang pun mengalir.

"Dari tulisannya Anda boleh melihat dia adalah lelaki yang sederhana dan jujur yang patut dipercayai," kata pengguna Weibo, Mou Mou Wei Wangcheng.

Seorang pengguna lain, illa1123, memberi komen, "Saya harap generasi ini boleh melakukan hal-hal baik terlepas dari kenyataan apakah mereka menghasilkan wang atau tidak. Saya tetap menolak mengatakan status sosial adalah hal penting.

"Anggapan umum adalah orang-orang China lebih memilih duduk di pejabat seharian dan menaip di komputer… pekerja 'kolar putih' seperti itu tidak berminat mempelajari teknik seni, tetapi untuk menguasai teknik seperti itu memerlukan perhatian dan kreativiti," kata Wang Mengfang.

Beberapa pengguna Weibo, yang terinspirasi oleh surat itu, mengubah kata-katanya dengan profesi lainnya, termasuk polis, jururawat, peretas, dan pendidik. Pendidikan dan status sosial tentunya merupakan isu besar di berbagai negara di seluruh dunia, termasuk China.

Calon suami sering kali diharuskan memiliki dana untuk membeli rumah bagi isterinya dan terdapat tekanan besar terhadap para remaja di China agar berhasil dalam ujian masuk universiti.

Kisah Xiao Yang dan Chen Chen menjadi tajuk pembicaraan di sejumlah media negeri itu, tetapi belum dikhabarkan apakah surat itu berhasil meluluhkan kekerasan hati ibu Chen Chen.
(China Daily, Weibo)

Arkib Blog

 
© borak kosong All Rights Reserved