Empat Gadis Tanpa Vagina Dibuatkan Organ Dari Selnya Sendiri Dan Berfungsi Penuh

on 29 April 2014

Sungguh malang orang-orang yang terlahir dengan organ tubuh yang tak sempurna. Apalagi bila organ yang tak dimiliki sejak lahir adalah organ vital seperti kemaluan. Seperti halnya yang terjadi pada empat wanita muda asal AS ini.

Mereka terlahir dalam keadaan menghidap sindrom MRKH (Mayer-Rokitansky-Kuster-Hauser), sebuah gangguan genetik langka yang mengakibatkan penderitanya tak punya vagina dan rahim. Namun sekelompok peneliti dari Wake Forest, Carolina Utara tergerak mencarikan solusinya.

Peneliti membuatkan mereka vagina buatan dari sel-sel pasien sendiri.

"Sebelumnya pesakit sindrom MRKH hanya menjalani pencangkokan kulit, entah dari usus atau kulit. Akan tetapi keduanya punya kekurangan. Jaringan usus menghasilkan lendir berlebih sehingga boleh menimbulkan bau, sedangkan kulit biasa bisa mengelupas," terang peneliti Dr Anthony Atala, direktur Institute for Regenerative Medicine, Wake Forest Baptist Medical Center, Carolina Utara.

Awalnya peneliti mengumpulkan sejumlah sampel sel dari jaringan kemaluan pasien dan menumbuhkan dua jenis sel di dalam lab mereka: sel otot dan sel epitel atau sel yang melapisi rongga tubuh.

Empat minggu kemudian, peneliti mulai memasukkan sel-sel yang ditumbuhkan di lab tersebut ke sebuah perancah (scaffold) yang terbuat dari kolagen, yang dapat diserap oleh tubuh dengan mudah. Barulah setelah itu peneliti membentuk vagina sesuai dengan anatomi pesakit yang memerlukan lalu menyimpannya dalam inkubator.

Seminggu berlalu, peneliti kembali membuat semacam rongga di tubuh pasien lalu memasangkan implan vagina yang sudah siap. Seketika setelah 'ditanam', saraf dan pembuluh darah di dalam tubuhnya langsung terbentuk dan terhubung dengan organ baru dan sel-sel baru lagi bergegas menggantikan sel-sel yang ada dalam perancah.

Prosedur pemasangan vagina buatan sendiri dilaporkan berlangsung antara bulan Jun 2005 hingga Oktober 2008. Saat prosedur ini dilakukan, usia pasien berkisar antara 13-18 tahun.

Tak berhenti sampai di situ, peneliti juga terus memonitor perkembangan keempat pasien, termasuk melakukan biopsi jaringan, scan MRI, dan pemeriksaan internal hingga 8 tahun setelah operasi pemasangan implan.

Dan dari pemeriksaan terakhir dilaporkan vagina baru mereka sudah menyatu dengan tubuh, menyesuaikan perubahan bentuk tubuh pasien yang beranjak dewasa.

"Dalam enam bulan saja, Anda sudah tidak boleh membedakan mana organ buatan dan mana yang asli," imbuh Dr Atala seperti dikutip dari Reuters, Jumaat 11 April 2014.

Selain itu, keempatnya telah memasuki usia seksual aktif dan mengaku vaginanya berfungsi dengan baik. Bahkan dua pesakit di antaranya yang terlahir dengan rahim tapi tanpa vagina boleh mengalami menstruasi secara normal.
Ranking: 5

{ 0 komen... read them below or add one }

Catat Ulasan

Arkib Blog

 
© borak kosong All Rights Reserved