Adakah kita seperti carrot,telur atau kopi?

on 18 Mac 2014

Masalah dapat terjadi setiap saat. Apabila kita tidak punya wang itu masalah. Kita kaya juga masalah, kerana kekayaan itu harus dipertanggung jawabkan. Jadi, hidup itu tidak akan lepas dari masalah. Nah, saat mengalami masalah, reaksi orang itu berbeza-beza. Ada yang diibaratkan seperti carrot, telur, dan kopi.

Apa maksud dari carrot, telur, kopi tersebut? Berikut penjelasannya.

Seorang wanita yang baru saja menikah, datang ke ibunya dan mengeluh soal tingkah laku suaminya. Setelah majlis pernikahan, baru ia tahu karakter asli sang suami keras kepala, suka bermalas-malasan, boros, dsb. Wanita muda itu berharap orang tuanya ikut menyalahkan suaminya.

Namun betapa terkejutnya dia kerana ternyata ibunya diam saja, bahkan sang ibu kemudian malah masuk ke dapur, sementara anaknya terus bercerita dan mengikutinya.

Sang ibu lalu memasak air. Setelah sekian lama, air mendidih. Sang ibu menuangkan air panas mendidih itu ke dalam 3 gelas yang telah disiapkan. Di gelas pertama ia masukkan telur, di gelas kedua ia masukkan carrot. Dan di gelas ketiga ia masukkan kopi. Setelah menunggu beberapa saat, ia mengangkat isi ke-3 gelas tadi, dan hasilnya:

Carrot yang keras menjadi lunak, telur yang mudah pecah menjadi keras, dan kopi menghasilkan aroma yang harum. Lalu sang ibu menjelaskan:

“Nak, masalah dalam hidup itu bagaikan air mendidih. Namun, bagaimana sikap kitalah yang akan menentukan impaknya.

“Kita boleh menjadi:

1. Lembek seperti carrot.
2. Mengeras seperti telur.
3. Atau harum seperti kopi.

“Jadi, carrot dan telur bukan mempengaruhi air. Mereka malah berubah oleh air. Sementara kopi malah mengubah air dan membuatnya menjadi harum. Dalam tiap masalah, selalu tersimpan mutiara yang berharga. Sangat mudah untuk bersyukur saat keadaan baik-baik saja, tapi apakah kita dapat tetap bersyukur saat kita ditimpa masalah?

“Ada tiga reaksi orang, saat masalah datang, iaitu:

1. Ada yang menjadi lembek, suka mengeluh dan mengasihani diri sendiri.
2. Ada yang mengeras, marah dan menyalahkan pihak lain.
3. Ada yang justru semakin harum, menjadi semakin kuat dan bijaksana.” [st]
Ranking: 5

{ 0 komen... read them below or add one }

Catat Ulasan

Arkib Blog

 
© borak kosong All Rights Reserved