Tayangkan Video Teknik CPR dengan Model Seksi, Polis Sepanyol Diprotes

on 20 Februari 2014

Aragon, Sepanyol, Saat polis mengadakan pelatihan teknik-teknik pemberian pertolongan pertama, sebenarnya tidak salah jika ditayangkan video mengenai cara memberikan pertolongan melalui metode resusitasi jantung paru-paru atau CPR. Sayangnya, model dalam video tersebut super seksi. Bagaimana tidak, model-modelnya hanya mengenakan bra dan celana dalam. Tentu saja, video itu menuai protes.

Petugas Polis di Aragon, Spanyol, yang menggunakan video You Tube dengan model super seksi dalam training pemberian pertolongan pertama. Seorang model seksi tersebut mendemonstrasikan teknik CPR kepada teman perempuannya yang juga mengenakan lingerie. Demikian dilaporkan TheLocal.es dan dikutip dari UPI, Khamis (20/2/2014).

Sementara surat khabar online setempat, El Publico, mengabarkan bahwa dalam training itu juga diputar video lain di mana seorang laki-laki yang hanya mengenakan celana dan perempuan berpakaian dalam terlibat kontak fisik yang sangat dekat. Gaya kedua model ini lebih terlihat sebagai video yang bermuatan seksual ketimbang hendak mempertontonkan teknik CPR.

Para peserta pelatihan di markas polis di Jaca pun memprotes penayangan video-video tersebut. Para peserta memang sebelumnya sudah diperingatkan bahwa video akan menampilkan perempuan dalam pakaian dalam. Namun peserta menyangka video akan berkaitan dengan peristiwa yang mana korban yang memerlukan CPR dan bukannya video dengan konten erotis.

Sementara itu pejabat polis, dikutip dari harian lokal setempat, Heraldo de Aragon, menyatakan tidak akan lagi menggunakan media tersebut dalam pelatihan-pelatihan di masa mendatang. "Kami mita maaf atas penayangan video yang tidak sopan itu. Video tersebut tidak akan kami gunakan lagi," ucap si pejabat.

Video tersebut sebenarnya iklan yang dibuat oleh perusahaan pakaian Kanada, Fortnight Lingerie. Petugas medis yang terlibat dalam pelatihan petugas kepolisian itu menyebut penayangan video itu sebenarnya hanyalah untuk membawa sesuatu yang berbau humor ke dalam kelas, sehingga tidak membosankan. Namun ternyata reaksinya tidak seperti yang dibayangkan. Apalagi seorang sumber menyebut video itu telah digunakan berkali-kali tanpa ada protes.

Sebenarnya bagaimana video teknik CPR dengan model super seksi itu? Mulanya tampak wajah cantik si model yang hanya mengenakan bra dan celana dalam. Si model berwajah waspada kerana sedang mengecek adakah bahaya di sekitarnya. Saat menemukan adanya korban, yang mana yang menjadi korban adalah seorang perempuan yang hanya mengenakan pakaian dalam dan sedang pingsan. Model yang hendak menolong lantas menelepon petugas untuk meminta bantuan.

Model penolong melihat, mendengar, dan merasakan apa yang terjadi pada korban dan lingkungan sekitarnya. Lalu model penolong membuka jalan udara untuk korban, serta memberikan napas buatan. Dada korban lantas ditekan-tekan beberapa kali untuk membantu jantung bekerja optimal hingga korban tersadar dari pingsannya. Kendati model penolong memang melakukan teknik CPR, namun perilaku dan ekspresi wajahnya bergaya sensual. Inilah yang menimbulkan reaksi negatif peserta pelatihan.
Ranking: 5

{ 0 komen... read them below or add one }

Catat Ulasan

Arkib Blog

 
© borak kosong All Rights Reserved