Video: Keren, Aksi Rapper Wanita Berjilbab Pertama Di Arab

on 05 Disember 2013

Arab dan Timur Tengah kini sedang marak dengan suara-suara yang memperjuangkan perubahan dan keterbukaan. Mayam Mahmoud, gadis 18 tahun asal Mesir, menjadi bintang dalam Arabs Got Talent. Ia nekat nge-rap dengan mengenakan hijab dan lagu-lagu bertema hak wanita di Timur Tengah.

Mayam yang sedang menempuh pendidikan sarjana ekonomi ini ingin mengungkapkan hal yang selama ini dianggap tabu, yaitu pelecehan seksual yang 99% korbannya adalah perempuan.

Screenshot aksi Mayam "mengomel" di atas pentas dengan lagu Rap-nya

Mayam yang selalu membawa paku tajam untuk perlindungan ini menegaskan dalam salah satu lagunya, Mayan mengajak semua perempuan mengungkap pelecehan di jalanan, agar yang lain mengikuti.

"Aku tak akan menjadi orang yang malu. Kalian menggoda, kalian melecehkan dan tidak menganggap itu salah. Biar itu cuma kata, itu bukan godaan, tetapi batu," demikian petikan "omelan" Mayan dalam salah satu lagu rap-nya.

Mayam Mahmout
Aksi ngerap Mayam Mahmoud ini memicu pro dan kontra, dituduh menjelekkan nama Islam

Pandangan Mayam yang melawan arus ini mencuri perhatian pada Oktober lalu ketika ia tampil pertama kali di depan jutaan audiens acara Arabs Got Talent. Di ajang itu, Mayan pun mencapai semifinal. Karena keberaniannya itu, Mayan pun mendulang banyak dukungan dan penggemar baru. Bahkan setiap hari, setidaknya 50 dukungan disampaikan lewat Facebook.

Namun, tentu saja, seiring dengan ketenarannya, Mayan menuai banyak kecaman, terutama dari kalangan radikal. "Banyak yang bilang saya menjelekkan nama Islam. Bahkan saya juga disebut kafir. Banyak pula yang bicara, apa mungkin seorang gadis berjilbab, atau gadis umumnya, melakukan itu," kata Mayan.

Mayan  mulai nge-rap sejak berusia 10 tahun, tepatnya setelah sang ibu memperkenalkannya pada puisi. "Saya menulis puisi dulu yang kemudian saya tulis dengan irama yang cepat. Saya sadari kemudian, itulah rap," katanya.

Aksi Mayam "mengomel" dipentas yang menuai atensi

Ia mengaku menyadari bahwa rapper pria punya sebuah garis tertentu ketika bicara soal gadis dan pakaiannya. Para rapper pria, kata Mayan, menyalahkan para gadis atas apa yang terjadi pada mereka. "Itu tidak benar, jadi saya nge-rap tentang para gadis dan masalah-masalah yang mereka hadapi," katanya.
(Daily Mail, BBC, Guardian)
Ranking: 5

{ 0 komen... read them below or add one }

Catat Ulasan

Arkib Blog

 
© borak kosong All Rights Reserved