Parah! Bayar 100 ribu yuan, Pengusaha China Minta Disusui Model Panas

on 27 Oktober 2013

Parah! Seorang pengusaha di China membayar seorang model sebesar 100 ribu yuan  agar bisa disusui wanita itu. Aksi ini disaksikan banyak orang dan bahkan diabadikan kamera.

Seperti dilansir South China Morning Post, Jumat (25/10/2013), model bernama Mo Lulu ini pun menjadi pemberitaan dan perhatian publik. Di China, Lulu dikenal sebagai model panas dan juga penyanyi muda yang kontroversi.

Pada September lalu, Lulu menjadi pemberitaan atas foto 'body mooncake' ketika dia membiarkan para pria memakan kue bulan yang diletakkan di tubuh telanjangnya. Aksi Lulu ini dijepret kamera dan fotonya menyebar luas.

Baru-baru ini, atau tepatnya Jumaat (18/19) lalu, Lulu kembali menjadi pemberitaan. Dalam pameran mobil di Jiujiang, setelah tampil menggoda di sebelah mobil mewah, Lulu berbaring di panggung dan membiarkan orang-orang meletakkan potongan buah-buahan di tubuhnya.

Tidak hanya itu, dilaporkan Lulu juga melakukan aksi kontroversi lainnya. Media setempat, China National Radio melaporkan, dalam acara makan malam privat usai pameran tersebut, Lulu nekat menyusui seorang lelaki yang membayar 100 ribu yuan.

Laporan media itu menyebutkan, lelaki pengusaha itu memanggilnya 'ibu' setiap kali dia menyusu. Parahnya lagi, banyak orang yang hadir dalam acara tersebut menyaksikan aksi ini.

Bahkan Lulu membiarkan dirinya difoto dan kemudian fotonya diposting ke internet. Tak butuh waktu lama dan Lulu pun menjadi bulan-bulanan di media sosial setempat. Banyak yang mengecam aksi ini, bahkan ada yang menyebutnya telah melanggar hukum.

"Apakah ini tidak termasuk prostitusi di depan publik? Apa yang dilakukan polisi?," tulis seorang pengguna Weibo.
Namun polisi setempat tak bisa terburu-buru menahan kedua orang itu. Apabila foto itu sengaja disebar untuk membuat Lulu kian ngetop, maka biasanya polisi tidak akan ikut campur dalam kasus seperti ini.
Ranking: 5

{ 0 komen... read them below or add one }

Catat Ulasan

Arkib Blog

 
© borak kosong All Rights Reserved