Menyentuh, Anak Penderita Tumor Ingin Bertemu Ibunya Sekali Lagi

on 13 Oktober 2013

Sungguh malang nasib anak bernama Ren Shihao ini. Ia adalah anak yang lahir di luar nikah. Sang ayah memeliharanya, sementara sang ibu sudah lebih dulu meninggalkan mereka kerana tak tahan dengan hidup yang didera kemiskinan.
Beberapa tahun berlalu, Ren akhirnya tumbuh menjadi anak yang manis. Namun sayang, ia digerogoti penyakit tumor otak. Penyakit ini bahkan sudah mencapai stadium akhir dan akan membuatnya buta dalam beberapa saat ke depan.
Meski tinggal dalam keluarga yang berantakan, Ren yang tinggal di Provinsi Sichuan ini tak menyalahkan sang ibu yang telah meninggalkan mereka. Hanya saja, ada satu permintaan yang ingin ia tujukan pada ibunya. "Aku ingin bilang, aku merindukannya. Aku ingin bilang, 'aku menyayangimu, Bu'. Dan aku ingin dia memelukku," kata Ren Shihao.
Sampai saat ini, penyakit tumor otak yang diderita oleh Ren sudah membuatnya hanya bisa melihat dari jarak beberapa cm saja. Jadi, kita boleh membayangkan betapa sulitnya anak usia 7 tahun ini menjalani hari-harinya.

Ren ahnaya bisa melihat dari jarak beberapa cm saja (c) dailymail.co.uk
Ren ahnaya boleh melihat dari jarak beberapa cm saja (c) dailymail.co.uk
Ayahnya, Cheng Li Ren, membawanya ke rumah sakit pada bulan September lalu. Sebenarnya Ren sudah merasa sakit sejak Mei, tapi karena informasi mengenai rumah sakit dan jaraknya yang sulit ditempuh, mereka baru bisa ke sana pada September lalu.
Dokter berusaha memeriksa dan menyelamatkan Ren. Sayangnya, tumor ini menyebar dan sulit diobati. Ren yang kembali ke desa Yangyi di mana ia tinggal, sudah pasrah dengan keadaannya. "Ia mulai kehilangan penglihatan. Dia pikir dia akan buta. Tapi, dia tak tahu bahwa dirinya akan meninggal. Ia hanya ingin satu hal, bisa melihat ibunya sebelum ia buta," kata Cheng Li Ren.
Li Sun, ibu Ren Shihao, meninggalkan rumahnya setelah sekian lama merasa jenuh dengan keterbatasan perekonomian mereka. Cheng Li Ren dan Li Sun sebenarnya sudah mengusahakan untuk bekerja ke luar kota, sementara sang anak diasuh oleh neneknya. Namun usaha ini tak cukup membantu mengangkat derajat perekonomian mereka.

Harapan terakhirnya hanya ingin melihat sang ibu untuk terakhir kali. Ia bahkan tak tahu kalau dirinya akan meninggal (c) dailymail.co.uk
Harapan terakhirnya hanya ingin melihat sang ibu untuk terakhir kali. Ia bahkan tak tahu kalau dirinya akan meninggal (c) dailymail.co.uk
Cheng pernah berusaha melacak di mana istrinya berada, namun kini ia sudah memiliki pasangan baru dan menolak untuk menemui anaknya yang sekarat. "Aku tak pernah menikahinya, aku meninggalkan anakku untuk mencari di mana ia berada. Dan menemukan kenyataan bahwa ia sudah memiliki hidup baru dengan lelaki yang ia nikahi. Jadi dia menolak bertemu dengan anak kami. Kurasa keluarga barunya tak tahu bagaimana kehidupan Li sun sebelumnya," cerita Cheng Li Ren.
Ranking: 5

{ 0 komen... read them below or add one }

Catat Ulasan

Arkib Blog

 
© borak kosong All Rights Reserved