Tubuh Penuh Bekas Luka Bakar, Wanita Ini Sukses Menang Pertandingan Kecantikan

on 27 September 2013

Peserta kontes kecantikan kerap dituding hanya mengandalkan penampilan fisik semata. Namun wanita korban kebakaran ini membuktikan, dengan tubuh yang dipenuhi bekas luka, dia berhasil menjadi pemenang sebuah kontes kecantikan.

Erin McNeill, itulah nama wanita inspiratif yang dinominasikan oleh Daily Mail untuk meraih penghargaan Inspirational Women of the Year Awards. Erin dianggap layak menerima penghargaan itu karena kisah hidupnya yang berhasil bangkit dari keterpurukan pasca menjadi korban kebakaran.

Saat berusia 18 tahun, Erin bekerja sebagai seorang penyanyi dari panggung ke panggung. Impiannya ketika itu bisa menjalani rekaman dan merilis album. Sayang impian itu tak berhasil dicapainya.

Pada malam Hari Valentine 2009, api membakar rumah teman yang menjadi tempat tinggal Erin. Saat itu dia tengah terlelap. Diselamatkan oleh petugas pemadam kebakaran, Erin langsung dilarikan ke rumah sakit. Dokter menyebut luka bakar yang dialaminya sudah sampai tingkat tiga atau 45% dari tubuhnya. Dan lengan atau tangan kanannya mengalami luka bakar tingkat empat yang artinya kerusakannya sudah sampai ototnya.

Erin sempat dinyatakan tidak akan bisa bertahan hidup lama dengan luka bakarnya yang sudah parah itu. Dia kemudian dirawat di bagian khusus luka bakar di Glasgow Royal Infirmary. Di rumah sakit tersebut dia sempat mengalami lima kali serangan jantung. Dia pun mengalami koma selama tujuh minggu.

Saat akhirnya tersadar dari koma, Erin harus menerima kenyataan kalau tubuhnya tak lagi sama. "Aku mencoba bicara, tapi tidak ada suara yang keluar. Suaraku rusak. Aku coba mengangkat tanganku, tapi lenganku tidak bisa bergerak. Aku juga tidak bisa merasakan kakiku," ceritanya seperti dikutip Daily Mail.

Wanita 23 tahun itu menghabiskan waktu selama sebulan untuk menyembuhkan diri dari segala luka dan sakitnya. Meski demikian, dia tidak benar-benar pulih. Erin harus dibantu orang lain untuk bergerak mulai dari mandi hingga makan. Hal ini membuatnya stres dan depresi. Dia pernah memarahi suster yang merawatnya di rumah.

"Aku ingat aku berteriak padanya, kenapa tidak membiarkanku meninggal saja, karena kini dia membuatku seperti anak balita," ujarnya.

Keterpurukan yang dialami Erin tidak berlangsung lama. Perlahan dia sadar betapa beruntungnya masih bisa hidup. Dia memikirkan tentang petugas pemadam kebakaran yang sudah dengan berani menyelamatkannya.

"Aku mendatangi petugas pemadam untuk berterimakasih dan dia seorang pria berusia 40-an. Pria yang menyelamatkanku itu juga trauma malam itu. Dia menemukanku tidak sadarkan diri dan mengira aku sudah mati," tuturnya.

Keberanian petugas pemadam kebakaran itu membuat Erin terinspirasi untuk menggalang dana. Dia ingin mengadakan penggalangan dana untuk membantu kehidupan para petugas pemadam kebakaran. Dan keinginannya itu tercapai. Dalam sebuah acara amal yang diadakan di hari peristiwa dia menjadi korban kebakaran terjadi, uang sejumlah £ 9.000 berhasil terkumpul. Sampai saat ini jumlah dana yang disumbangkannya mencapai £90 ribu.

Erin bukan hanya mengumpulkan dana untuk petugas pemadam kebakaran. Dia juga menggalang dana untuk Palang Merah Inggris dengan ikut berlari sejauh 5 km. "Terasa sakit saat melakukannya kerana ototku lemah, tapi setiap langkahnya berarti," katanya.

Wanita berambut panjang itu kini juga bekerjasama dengan bagian pelayanan pemadam kebakaran, dengan berkunjung ke sekolah-sekolah. Dia menceritakan peristiwa yang dialaminya dan bagaimana boleh bangkit dari keterpurukan.

"Aku duduk dengan petugas masih memakai cardiganku. Lalu aku melepaskan cardigan untuk menunjukkan bekas lukaku. Aku katakan pada anak-anak apa yang terjadi padaku dan kata pada mereka, tidak boleh mendiskriminasikan siapapun yang memiliki penampilan berbeda," tuturnya.

Langkah Erin untuk bangkit dari keterpurukan semakin besar dengan mengikuti kontes kecantikan. "Aku ingin menunjukkan kecantikan itu juga berasal dari dalam dan bekas luka tidak membuat kecantikan atau harga diri seseorang hilang," ujarnya.

Pada November 2012 lalu, Erin berhasil keluar sebagai pemenang United Nations International Pageant yang diadakan di Jamaika. "Aku berdiri di atas podium, memperlihatkan bekas lukaku dan berpikir, aku harap suatu hari nanti ada orang di luar sana yang akan memahami kalau bekas luka tidak membuat hidup kita hancur," ucapnya.

Setelah memenangkan kontes kecantikan, Erin sempat mendapat bullying di dunia maya. Malah ada yang pernah meneleponnya dan menyebut dia sebenarnya layak meninggal.

Pada 2012 lalu, Erin juga memenangkan British Red Crosss Humanitarian Citizen Award karena jiwa sosialnya. Dia pun memiliki kekasih bernama Thomas yang menerima dirinya apa adanya.
Ranking: 5

{ 0 komen... read them below or add one }

Catat Ulasan

Arkib Blog

 
© borak kosong All Rights Reserved