Wanita Ini Selalu Maafkan Kekasihnya Walau Sering Dikasari dan Diselingkuhi

on 18 Ogos 2013

 Wanita yang sedang jatuh cinta terkadang tidak boleh berpikir dengan jernih. Hal itu yang membuat wanita bernama Helen (bukan nama sebenarnya) selalu memaafkan semua sikap kekasih yang sudah keterlaluan, mulai dari melakukan kekerasan sampai 'tidur' dengan wanita lain.

Hubungan Helen dan kekasihnya sebut saja Bram dimulai saat baru masuk kuliah sejak 2008. Usia Bram yang lebih tua membuat Helen merasa yakin dengan hubungannya akan berhasil walaupun mereka berbeda keyakinan.

Di awal masa pacaran, Helen merasa bahwa Bram adalah pria terbaik yang ia miliki. Helen merasa bertanggung jawab dengan sifat Bram yang masih kekanak-kanakan dan tempramental. Sifat keibuan yang dimiliki Helen membuat Bram keenakan. Ini ia lakukan karena ingin mengubah Bram menjadi seorang lelaki yang lebih baik dan bertanggung jawab.

Sayangnya, seperti kata pepatah 'air susu dibalas dengan air tuba'. Perlakuan baik Helen malah membuat Bram berkuasa atas dirinya. Setelah enam bulan pacaran, wanita 23 tahun itu mengaku kerapkali mendapat perlakuan kasar dari kekasihnya tersebut. Awalnya hanya caci-maki saja kemudian berlanjut ke kekerasan fisik. Helen sering dipukul, ditendang, bahkan dicekik setiap pria 26 tahun itu sedang marah.

Helen mengaku semua perlakuan itu awalnya hanya bisa dipendam sendiri. "Gue malu sama temen-temen yang lain, biar saja dari luar gue terlihat baik-baik saja," tuturnya ketika berbincang dengan wolipop beberapa waktu lalu.

Ternyata tidak hanya kekerasan semata, Helen juga mengetahui bahwa kekasihnya selingkuh dengan adik kelasnya di kampus. Perselingkuhan itu terungkap setelah sahabat Helen memergoki adik kelas mereka bermalam di kamar kos Bram pada April 2012 silam. Kejadian ini tentunya membuat Helen sakit hati selama beberapa minggu.

Helen tidak langsung memutuskan Bram tapi malah menerimanya kembali setelah pria 26 tahun itu meminta maaf dan berjanji tidak akan mengulanginya. Permohonan maaf dan rayuan Bram berhasil membuat Helen menerima kekasihnya tanpa melakukan tindakan. Tak disangka, perselingkuhan Bram bersama adik kelas mereka hanyalah sebuah kecurangan kecil. Setelah mereka kembali bersama, Helen mengetahui Bram hanya memberi janji-janji yang tidak bisa ia tepati.

Bram kembali menggunakan obat-obatan terlarang dan berlaku kasar. Helen tetap sabar serta berusaha menerima semua perlakuan itu seperti dulu. Wanita yang berkuliah di salah satu universitas swasta itu seolah begitu sayang dengan Bram yang terus-menerus menyakitinya. Akan tetapi, satu kejadian membuka mata Helen.

Ia memergoki secara langsung Bram dan sahabatnya sendiri sedang 'tidur' bersama di salah satu rumah kontrakan teman mereka. Ternyata perselingkuhan itu sudah berlangsung dua bulan sebelum perselingkuhan pertama terungkap. Helen sangat patah hati karena sahabat yang selama ini ia percaya juga mengkhianatinya.

Sejak saat itu, ia merasa terpuruk dan pergi meninggalkan Bram. Ia mengaku memaafkan Bram tapi tidak mau menerimanya kembali. Menurut psikolog klinis dewasa, Rosdiana Setyaningrum, MPsi, MHPEd, tindakan Helen ini sudah benar. Sikap kekasih yang sudah menyangkut kekerasan fisik sebaiknya tidak perlu dilanjutkan. Kekerasan fisik bisa membuat kepercayaan diri wanita hancur hingga berujung depresi.

Diana menuturkan, jika terjadi kekerasan fisik saat pacaran maka bisa berlanjut ke pernikahan. Maka dari itu, sebaiknya dihentikan. Begitu pula dengan memakai obat-obatan terlarang dan tidak mau berubah juga sebaiknya ditinggalkan. Memaafkan itu penting tapi bukan berarti harus kembali bersamanya. Pria yang memakai narkoba tidak hanya akan menghancurkan dirinya sendiri tapi Anda juga bisa kena risikonya.

Wanita 40 tahun itu mengatakan, setiap orang tidak bisa berubah kecuali ada faktor yang bisa membuat mereka berbubah. Jadi jangan berharap kekasih Anda akan berubah setelah menikah jika saat pacaran saja sudah sering membuat Anda kecewa, terutama jika dia melakukan kesalahan yang sama berulang-ulang.
Ranking: 5

{ 0 komen... read them below or add one }

Catat Ulasan

Arkib Blog

 
© borak kosong All Rights Reserved