Wanita Cantik Ini Berisiko Buta Akibat Beratnya yang Mencapai 157 Kg

on 26 Ogos 2013

Menjadi guru taman kanak-kanak membuat Bethan Goodhew memiliki jam kerja yang cukup panjang. Ia pun sering sakit kepala dan pusing disertai stres dan kelelahan. Dia kira ini akibat dari terlalu sibuk bekerja. Tapi siapa sangka, semua itu akibat dari berat badannya yang mencapai 157 kg.


Mengajar anak usia empat dan lima tahun memang membuat Bethan menghabiskan banyak waktu untuk berjongkok dan duduk di kursi kecil dengan muridnya.

"Lalu ketika aku berdiri, semuanya jadi gelap dan aku seperti melihat bintang. Aku tak bisa melihat dan benar-benar kehilangan keseimbangan. Jadi aku harus berdiri dan diam ketika tidak bersama anak-anak," kata Bethan yang berasal dari Old Clowyn, North Wales ini.

Bethan mencuba mendiagnosa bahwa apa yang ia rasakan merupakan gejala flu dan tekanan darah rendah lah yang mengakibatkan kepalanya pusing. Namun, tak hanya itu, Bethan juga harus berjuang untuk fokus saat matanya tidak jelas ketika menatap layar komputer atau menandai tulisan di buku.

Tapi, wanita berusia 26 tahun ini akhirnya mengetahui bahwa berat badannya lah yang menjadi penyebab masalah kesehatan yang dia alami. Bethan pun mencari bantuan pertama kali dengan menggunakan kacamata. Saat ke dokter, ahli saraf mengatakan Bethan menderita benign intracranial hypertension atau hipertensi intrakranial jinak.

Kondisi ini jarang terjadi di mana ketika tekanan cairan menumpuk pada tengkorak, saraf optik akan teremas. Padahal, saraf optik yang terletak di belakang mata berguna membawa pesan penting untuk otak. Mengetahui hal itu, Bethan tahu bahwa hidupnya tengah berisiko.

Hipertensi intrakranial jinak mempengaruhi sekitar 1.750 orang di Inggris setiap tahunnya. Sebagian besar dari mereka adalah perempuan obesitas pada usia produktif, meskipun kondisi ini juga menyerang pria dan anak-anak. Walaupun terkait dengan berat badan, penyebab pasti kondisi ini juga belum diketahui.

"Menakutkan ketika aku pergi ke optik dan berpikir mendapat kacamata baru, dokter mengatakan hal itu dan aku diberi tahu berisiko kanker kemudian diminta melakukan scan. Ketika seseornag berkata ada yang salah dengan otak Anda, itu sangat menakutkan," kata Bethan.

Ahli saraf menjelaskan jika kondisi itu tidak segera diatasi, maka secara permanen sarafnya akan rusak dan bisa menyebabkan kebutaan. "Dia mengatakan bahwa menurunkan berat badan bisa membantu mengurangi tekanan dan ia menyarankan untuk operasi bariatrik," tutur Bethan seperti dilansir Mirror, Jumat (23/8/2013).

Di sekolah, Bethan memang lebih gemuk dan lebih tinggi dibanding gadis-gadis lain. Tapi, berat badannya melonjak ketika ia masuk universitas di Wrexham, North Wales dan mulai pelatihan guru. Setiap hari, Bethan juga jarang memasak sendiri dan lebih memilih untuk membeli pizza atau garlic bread.

Ketika ada waktu luang, ia menghabiskannya dengan makan-makan serta minum bersama temannya. Bethan sempat berharap boleh menurunkan berat badannya ketika ia mulai bekerja di taman kanak-kanak di Nottingham. Ia juga ikut klub untuk melangsingkan tubuh tapi gagal.

Salah satu penyebabnya, Bethan memiliki sindrom ovarium polikistik, masalah endokrin yang mempengaruhi indung telur dan membuatnya sulit untuk menurunkan berat badan. Hingga akhirnya bobot tubuhnya mencapai 157 kg dan menggunakan pakaian ukuran 28.

"Aku merasa tidak enak dan jelek juga sering sesak napas. Aku tahu aku tidak sehat tapi aku juga tidak pernah punya masalah kesehatan yang serius," kata Bethan. Untuk mengatasi obesitasnya, keluarga akhirnya memutuskan agar Bethan melakukan operasi bariatrik di Spire Weight Loss ­Surgery di Wrexham pada bulan Desember 2011.

Ahli bedah pun memilih memotong sebagian lambung di manan sistem pencernaan kembali diarahkan melewati sebagian besar perut sehingga Bethan bisa mencerna lebih sedikit makanan dan merasa kenyang lebih cepat. Operasi itu membuat Bethan tidka merasa lapar dan ahli gizi juga membantunya mengganti makanan dengan buah, salad, dan pasta.

Dalam 16 bulan, berat badan Bethan berkurang 69 kg dan kini beratnya 88 kg dengan ukuran baju 14. Seiring menurunnya berat badan Bethan, tekanan pada otak dan pembengkakan saraf optiknya juga menurun. Perlahan-lahan kondisi tubuh Bethan mulai normal dan tidak pusing. Tubuh langsingnya juga membuat ia lebih bernergi untuk mencoba hal baru seperti sering berkeliling kelas dan ikut kelas gym.

Menurut Dr Mark Doran, ahli saraf di Spire Yale Hospital yang mendiagnosa Bethan, hipertensi intrakranial jinak adalah suatu kondisi langka yang mempengaruhi satu atau dua di setiap 100.000 orang. 95 Persen kasus terjadi pada wanita obesitas usia produktif.

"Otak bermandikan cairan dan ketika tekanan naik, ada tonjolan keluar yang membuat saraf optik yang membawa informasi dari mata ke otak, tertekan hingga menyebabkan kerusakan ireversibel," kata Dr Doran.

Ia menambahkan orang-orang akan sering melakukan pemeriksaan mata setelah menderita sakit kepala atau masalah penglihatan dan optik akan menemukan pembengkakan pada saraf optik kemudian merujuknya ke ahli saraf.

"Penyebabnya tidak diketahui tapi perawatan medis yang terbukti paling baik dalah menurunkan berat badan. Jika pasien tidak mengontrol berat badannya, mereka bisa berakhir dengan kebutaan. Tapi sebagian besar orang umumnya akan membaik jika mereka mengikuti saran medis," lanjut Dr Doran.
Ranking: 5

{ 0 komen... read them below or add one }

Catat Ulasan

Arkib Blog

 
© borak kosong All Rights Reserved