Ingin Dipeluk Anak, Ibu Bulatkan Tekad Diet

on 13 Ogos 2013

Bagi wanita, bagaimanapun ukuran badan adalah hal yang penting. Namun bagi semua orang, ukuran badan itu penting untuk menjadi salah satu tolak ukur kesehatan. Seperti wanita yang satu ini.
Max Freeman adalah wanita berusia 42 tahun yang mengalami lonjakan berat badan akibat tidak mengawal nafsu makan. Berat badannya mencapai 150 kg.
Awal mula ia menjadi gemuk adalah ketika ia kehilangan sang kakak saat masih remaja akibat kecelakaan  motor. Akhirnya ia menjadi wanita yang suka makan tanpa peduli pada kesehatannya.
(c) dailymail.co.uk(c) dailymail.co.uk
Ketika sudah menjadi ibu dua anak, barulah ia menyadari bahwa anak-anaknya tak boleh memeluknya. Sekalipun memeluk, tangan mereka tak cukup panjang untuk melingkar di pinggangnya. Atau mungkin, pinggangnya lah yang terlalu besar untuk dijangkau sang anak.
Miris dengan kenyataan ini, Max pun ingin melakukan perubahan dalam hidupnya. Ia sudah mencuba diet dengan pil pelangsing yang cukup beresiko. Namun beratnya hanya malah naik turun pada usia 20-30an.
Keputusan untuk melakukan operasi lingkar pinggang ia lakukan ketika anak-anaknya tak lagi bisa memeluknya akibat ukuran tubuh yang terlalu besar. Operasi ini dilakukan secara bertahap dan setiap kali Max mengalami penurunan berat badan, ia memotret dirinya sendiri.
Foto-foto tersebut memberinya motivasi untuk menjaga berat badannya ketika akhirnya ia bisa menurunkan berat badan hingga 44 kg selama 18 bulan. Meski operasi ini lebih menyakitkan daripada diet yang ia lakukan sebelumnya, namun ia merasa lebih baik.
(c) dailymail.co.uk(c) dailymail.co.uk
Max juga mengubah pola makannya kerana ia tak mau kembali ke bentuk tubuhnya yang dulu. Berkat operasi dan makan sehat, kini anak-anaknya boleh memeluk Max sebagaimana yang dia inginkan.
“Kedua anakku boleh memelukku sekarang. Menyenangkan sekali. Dan aku berharap boleh menjadi contoh bagi mereka,” ujarnya.
Kini ia makan 3 kali sehari dengan porsi kecil. Tak lupa mengonsumsi snack sehat dan melakukan senaman dengan anak-anaknya.
Ranking: 5

{ 0 komen... read them below or add one }

Catat Ulasan

Arkib Blog

 
© borak kosong All Rights Reserved