Dulu Merampok dan Membunuh, Sekarang Lelaki-lelaki Ini Mengaitt Pakaian

on 10 Ogos 2013

Apa bayangan Anda pada penjara pria? Isinya mengerikan, para penjahat.Di negara Brazil, para tahanan lelaki diajarkan keterampilan yang luar biasa, bahkan dipercaya sebuah label pakaian mewah untuk mengait dengan harga super mahal.
Hasil rajutan mereka berkualitas tinggi (c) reutersHasil rajutan mereka berkualitas tinggi (c) reuters
Tangan para tahanan lelaki ini dihiasi tato, wajah cukup menyeramkan, mereka pernah melakukan kejahatan, mulai dari merampok hingga membunuh. Tapi jangan menghakimi mereka terlebih dahulu, karena mereka punya keterampilan yang luar biasa, merajut. Pekerjaan yang identik dengan wanita ini boleh dikerjakan sangat baik oleh para tahanan pria di penjara Arisvaldo de Campos Pires, Brazil.
Para tahanan lelaki tidak sekedar merajut, mereka merajut dan bekerja untuk label pakaian Doiselles, sebuah merek fashion mewah dengan harga selangit. Dengan harga sangat mahal, sudah pasti pakaian rajut yang diproduksi harus sangat rapi, berkualitas tinggi tanpa cacat sedikit pun. Para tahanan ini bekerja dengan standard kualiti ketat dan diawasi langsung oleh pihak Doiselles.
Penjagaan ketat tetap dilakukan saat Raquel Guimaraes datang (c) reutersPenjagaan ketat tetap dilakukan saat Raquel Guimaraes datang (c) reuters
Projek ini diberi nama Flor de Lotus (Bunga Teratai), yaitu proyek yang ditujukan agar para tahanan dapat memiliki keterampilan selama menjalani masa hukuman. Mereka juga dibayar, sehingga saat keluar dari penjara, mereka punya keterampilan yang menjual sekaligus wang dari hasil kerja mereka selama di penjara, dilansir dari situs Dailymail.co.uk.
Raquel Guimaraes, seorang desainer pakaian mengatakan, "Mereka mampu melakukan pekerjaan apapun dengan hasil yang sangat baik," demikian pujinya. Pihak Doiselles mengaku bekerjasama dengan para narapidana kerana kesulitan mencari orang yang boleh merajut dengan hasil yang sangat berkualiti.
Seorang tahanan dan Raquel mendiskusikan model pakaian (c) reutersSeorang tahanan dan Raquel mendiskusikan model pakaian (c) reuters
Para tahanan bekerja mengait tanpa paksaan, sebanyak 100 narapidana berpartisipasi dan sudah melalui latihan mengait selama 4 tahun. Sebuah bukti bahawa pekerjaan mereka bukan pekerjaan ringan, karena kualitas rajutan mereka dinilai, hanya yang terbaik yang boleh bekerja untuk label Doiselles.
Mantan narapidana penjara bernama Celio Tavares mengatakan bahwa keterampilan ini bisa membuat mereka mencari pekerjaan dengan mudah setelah bebas.
Sebuah langkah yang jitu, merajut adalah media untuk melatih kesabaran, fokus dan menghasilkan sisi indah dalam pakaian. Semoga saja keterampilan ini membuat kehidupan para narapidana semakin baik saat sudah bebas.
Ranking: 5

{ 0 komen... read them below or add one }

Catat Ulasan

Arkib Blog

 
© borak kosong All Rights Reserved