Dipaksa Nikahi Orang Asing, Wanita Sembunyikan Sudu di Underwear

on 19 Ogos 2013

Sebuah lembaga di Inggris mencatat setiap tahunnya terjadi peningkatan kahwin paksa yang berisiko membuat wanita bunuh diri. Demi menyelematkan diri dari pernikahan paksa itu, para wanita muda disarankan menyembunyikan sudu di underwear mereka.

Pernikahan paksa ini umumnya terjadi di luar negeri. Anak-anak perempuan di bawah umur dibawa orangtua mereka menemui calon suami yang ada di luar negeri saat liburan sekolah.

Lembaga amal bernama Karma Nirvana, yang membantu menolong korban pernikahan paksa ini mengaku menerima 6.500 telepon setiap tahunnya. Ribuan telepon itu menginginkan bantuan agar bisa keluar dari pernikahan yang tidak diinginkan tersebut. Menurut lembaga yang berbasih di Derby, Inggris tersebut, jumlah telepon itu bisa meningkat pada tahun ini, khususnya musim liburan, karena tahun 2013 baru akan berakhir 4 bulan lagi.

Pihak Karma Nirvana bekerjasama dengan sejumlah bandara di Inggris untuk menolong korban pernikahan terpaksa ini. Mereka meminta para wanita yang menjadi korban untuk menaruh sendok di underwear sehingga ketika melewati pemeriksaan keamanan, alarm akan berbunyi. Dari pemeriksaan keamanan di bandara itulah, si wanita bisa ditolong.

"Mereka akan dibawa ke tempat yang aman. Kami memiliki orang-orang yang akan memberitahukan kami dan membantu mereka keluar dari situasi berbahaya. Memang ini sulit dilakukan dengan adanya keluarga di sekitar, tapi mereka tidak akan menyadarinya. Ini cara yang aman," urai Manajer Operasional Karma Nirvana Natasha Rattu pada AFP.

Natasha menjelaskan lagi pihaknya sudah mensosialisasikan pada petugas keamanan di bandara soal adanya pernikahan paksa ini. Mereka minta pihak keamanan melihat apakah ada tanda-tanda bahaya seperti hanya memiliki tiket berangkat tanpa pulang, usia dari si wanita dan apakah korban tampak gelisah atau tidak.

"Ini adalah tanda umum, tapi hal-hal ini jika dilihat secara benar boleh membuatmu tahu ada hal tidak benar terjadi," tambah Rattu.

Pada 2012 lalu, Foreign Office’s Forced Marriage Unit di Inggris menemukan adanya 1.500 kasus pernikahan paksa ini. Dari 1.500 tersebut, 18% korbannya adalah pria muda. Salah satu korban wanita yang identitasnya dirahasiakan Essex Police menceritakan penderitaannya saat dipaksa menikah di India.

Si wanita mengatakan dia diancam ayahnya. Kalau tidak mau menjalani pernikahan tersebut dan melarikan diri, dia pasti akan ditemukan dan diancam dibunuh.

"Aku dibawa pergi oleh orang yang benar-benar asing. Malam itu aku diperkosa suamiku dan kekerasan ini terjadi selama 8,5 tahun hidupku," ujarnya.

Kes-kes pernikahan paksa ini umumnya terjadi pada anak-anak berusia di bawah 17 tahun. Menurut pihak Karma Nirvana, liburan biasanya jadi waktu yang tepat untuk para 'penjahat' membawa anak-anak ini menjalani pernikahan paksa. "Kerana saat liburan tidak ada yang menghitung mereka saat di sekolah," jelas Rattu.
Ranking: 5

{ 0 komen... read them below or add one }

Catat Ulasan

Arkib Blog

 
© borak kosong All Rights Reserved