Cinta Sampai Mati: 'Tolong Selamatkan Isteriku Lebih Dulu'

on 22 Ogos 2013

 Pasangan sejati itu, hingga maut menjemput masih boleh menunjukkan kekuatan cinta mereka. Inilah kejadian yang terakam dalam minit-minit penyelamatan pasangan pengantin baru dalam sebuah kecelakaan maut beberapa waktu lalu.
Jamie Soukup Reid dan suaminya Will, saat itu sedang naik kendaraan menuju lapangan terbang. Pasangan ini sedang berbahagia kerana Jamie tengah mengandung seorang bayi.

(c) dailymail.co.uk(c) dailymail.co.uk
Namun kendaraan tersebut mendadak tak bisa dikendalikan. Sang sopir, Rodney Koon, tidak bisa menguasai kendaraan yang disetirnya. Akibatnya, mobil itu melanggar pohon dengan kuat dan menimbulkan benturan yang sangat hebat. Membuat mobil ringsek dan pasangan Reid ini mengalami keadaan kritis.

(c) dailymail.co.uk(c) dailymail.co.uk
Dalam kondisi yang sangat darurat dan luka parah, saat bantuan paramedis datang, Will masih sempat meminta orang-orang menyelamatkan istrinya terlebih dulu. Sayangnya, Jamie dinyatakan meninggal saat itu juga saat kejadian.
Sementara itu, Will segera dilarikan ke rumah sakit kerana luka yang sangat parah. Hingga akhirnya Will menghembuskan nafas terakhirnya, menyusul isteri dan calon bayinya yang telah mendahuluinya.

(c) dailymail.co.uk(c) dailymail.co.uk
Dalam menit-menit terakhir kehidupannya, Will masih sempat meminta orang-orang mendahulukan istri dan calon anaknya. Dilansir dari Dailymail, keluarga Jamie memang mengakui bahwa Will adalah sosok pria yang sangat baik. Begitu baiknya sampai ia sudah dianggap sebagai anak sendiri sebelum menikah dengan Jamie.
Jamie dan Will adalah guru muda yang menikah 3 bulan yang lalu. Keduanya tengah menanti anak pertama mereka, namun sayang hal itu belum sempat terjadi. Ayah Jamie mengaku bahawa ia sangat kehilangan ketiganya, "Kami kehilangan dua anak dan satu cucu," ujarnya.
Sepertinya Jamie dan Will memang ditakdirkan untuk sehidup semati. Hingga akhir hayat pun mereka masih bersama. Meski meninggal dengan tragis, semoga ketiganya meninggal dengan tenang.
Ranking: 5

{ 0 komen... read them below or add one }

Catat Ulasan

Arkib Blog

 
© borak kosong All Rights Reserved