Anak 8 Tahun Selamatkan Ayah yang Lengannya Tersangkut Mesin Jerami

on 18 Ogos 2013

Kewaspadaan dan hati-hati merupakan faktor utama dalam melakukan aktivitas sehari-hari. Itulah yang akan selalu diingat oleh Thomas Aspden (52) setelah nyawanya hampir melayang akibat tangannya tersangkut dalam baling-baling mesin jerami. Beruntung putranya, James Aspden (8) berhasil menyelamatkannya.

Awalnya, Thomas mengalami kecelakaan di peternakannya yang terletak di Chorley, Lancashire. Lengannya tersangkut di dalam baling-baling mesin jerami dan terseret masuk ke dalam mesin hingga mencapai bagian bahunya. Saat ia mencoba untuk melepaskan diri, seluruh bagian lengan kirinya justru menjadi hancur.

Tak berhasil dan mulai kesakitan, tubuh James juga semakin lama ikut tertarik ke dalam mesin tersebut. Saat itulah James datang dan beruntungnya ia bisa berpikir cepat. Berusaha keras untuk tetap tenang, James mengikuti seluruh instruksi ayahnya dengan tepat.

Ia mengikuti segala instruksi ayahnya untuk segera mematikan mesin menggunakan tiga tombol berbeda dan menyalakan alarm. Thomas mengungkapkan, jika saja saat itu James tak datang dan berhasil mengikuti instruksinya, ia bisa saja tak terselamatkan.

James yang merupakan murid sekolah dasar di Eccleston St Mary's Primary School dan memiliki sebuah traktor kecil miliknya sendiri memang diketahui sering membantu ayahnya di peternakan.

Ia mengungkapkan bagaimana paniknya kondisi saat itu. Ia bahkan sempat menangis saat melihat kondisi ayahnya yang sudah terlihat kesakitan. Namun James tetap berusaha mematikan mesin, kemudian ia berlari menghampiri ibunya dan memintanya untuk segera memanggil ambulans.

Diperlukan waktu sekitar 2 jam bagi para petugas untuk berhasil membebaskan Thomas dari jebakan mesin tersebut. Menurut salah seorang petugas, kondisi Thomas saat itu cukup parah. Ada kekhawatiran di benak para petugas untuk melakukan tindakan amputasi di lokasi kejadian untuk bisa menyelamatkan nyawanya.

Tapi beruntungnya Thomas masih sempat dilarikan ke rumah sakit terdekat, Royal Preston Hospital. Tim dokter yang menangani Thomas pun akhirnya berhasil menyelamatkan lengannya setelah dilakukan 2 tindakan operasi. Ibu James, Thelma (37), mengungkapkan betapa ia bersyukur James mampu berpikir cepat dan menyalamatkan nyawa ayahnya.

"Saya pikir James begitu berani dalam situasi mengerikan seperti itu. Ia bahkan bisa mematikan mesinnya dengan tepat. Kebanyakan anak-anak lain mungkin hanya akan berdiri di sana dan terdiam karena bingung, tapi ia bisa tetap tenang," ungkap Thelma, seperti dikutip dari Daily Mail, Jumat (16/8/2013).

Sejak peristiwa itu, setiap hari Thelma, James, dan kakaknya Abigail (18), selalu mendampingi Thomas di rumah sakit.

"Dia berharap untuk bisa keluar dalam waktu seminggu. Lengannya dibalut gips besar dan harapannya saat ini hanyalah bisa segera merasakan kembali jari-jarinya dan kembali ke peternakan," papar Abigail.
Ranking: 5

{ 0 komen... read them below or add one }

Catat Ulasan

Arkib Blog

 
© borak kosong All Rights Reserved