Menjijikkan, Ais Batu di Gerai Fast Food China Lebih Kotor Dari Air Toilet

on 24 Julai 2013

(c) chinadigitaltimes.net
Lagi-lagi masalah kebersihan menjadi salah satu faktor yang membuat orang enggan bahkan jijik untuk membeli makanan atau minuman di suatu tempat. Walau fast food besar dan memiliki cabang di banyak negara bukan berarti bebas dari masalah higienis ! Buktinya adalah gerai fast food fast food Mc D dan KFC di negeri tirai bambu, China. Ais batu untuk minuman di dua waralaba fast food terkenal di seluruh dunia ini mengandung bakteria jauh lebih banyak dari air toilet.
Sebuah penelitian di China menunjukkan hasil yang mengejutkan. Mereka menemukan bahwa es batu pada fast food KFC dan McDonalds di China mengandung bakteria 13 kali lebih banyak dibandingkan air toilet. Seorang reporter media massa membuat investigasi tentang hal ini. Reporter ini syok kerana hasil temuannya sangat mengejutkan. Reporter dari China Central Television (CCTV) melakukan uji cuba pada ais yang ada di fast food cepat saji Beijing seperti KFC, McDonalds, dan fast food Kungfu.
Hasilnya adalah, ais batu pada gerai KFC mengandung 900 koloni bakteri per milimeter. Bayangkan bila kita meminum satu gelas soda yang dicampur dengan beberapa es batu ladies, berapa banyak bakteri yang masuk ke dalam tubuh kita? Sungguh disayangkan gerai fast food besar seperti KFC dan McD boleh lalai dalam hal higienis dan kualitas bahan makanan atau minuman seperti ini.
Pada gerai McD, jumlah bakteri yang ditemukan memang lebih sedikit tapi bukan berarti lantas bebas dari batas higienis. Tingginya jumlah bakteri berarti semakin tinggi pula kesempatan untuk pelanggan terkena penyakit seperti disentri dan diare. Lantas bagaimana boleh bakteri menjijikkan sebanyak itu masuk ke dalam es batu pada gerai-gerai fast food ini?
Rupanya penyebabnya adalah mesin es yang kotor, proses sterilisasi yang buruk, atau kesalahan karyawan seperti tak mencuci tangan, dan lainnya. Rendahnya kesadaran untuk menjaga mutu dan kebersihan membuat ais batu pada gerai-gerai ini sangat tidak layak dikonsumsi. Menurut ahli keamanan makanan Dong Qingli, jumlah bakteri sebenarnya tak terlalu mengkhawatirkan. Yang lebih penting adalah mengetahui bakteri apa yang ada di dalamnya, dan bakteri mana yang bisa berbahaya. Namun tetap saja, bakteria adalah sumber penyakit, walau pada tingkatan bahaya yang berbeda-beda.
Lantas bagaimana tanggapan dua gerai fast food ini? Mereka mengaku dan meminta maaf serta berjanji meningkatkan kualiti higienis dan kebersihan pada makanan dan minuman yang mereka sajikan. Tapi tetap saja  tingkat kepercayaan konsumen sudah jauh menurun dan hal ini susah untuk dipulihkan. Bagaimana menurut Anda?
Ranking: 5

{ 0 komen... read them below or add one }

Catat Ulasan

Arkib Blog

 
© borak kosong All Rights Reserved