Kisah Mengharukan Ayah Yang Kehilangan Putri Kecilnya

on 12 Julai 2013

Anak adalah titipan Tuhan, kurnia yang diberikan kepada orang tua yang sangat berharga. Banyak pasangan yang menunggu bertahun-tahun, meminta kepada Tuhan untuk diberi kepercayaan untuk merawat dan membesarkan seorang anak. Menggendong, memandikan, mengajaknya bermain, dan membacakan dongeng kepada anak adalah saat-saat yang dirindukan oleh setiap pasangan.
Oyama dan Kana sangat bahagia ketika putri mereka lahir. Bayi cantik dengan rambut lurus indah itu diberi nama Hanano Oyama. Hanano tumbuh menjadi anak mungil dan aktif. Pada suatu momen liburan, Oyama dan Kana mengajak Hanano berenang. Hanano sangat senang dan bermain air dengan riang.
Namun tiba-tiba saja Hanano tidak sedarkan diri. Oyama sangat panik dan langsung membawa Hanano ke rumah sakit. Bagai dipukul dengan palu godam, Oyama langsung lemas mendengar bahawa putri cantiknya dalam keadaan koma. Doktor berkata bahwa Hanano mengalami mati otak, dan tidak akan boleh sedar lagi.
Potret Hanano dan kedua orangtuanya | (c) forum.merdeka.comPotret Hanano dan kedua orangtuanya | (c) forum.merdeka.com
Oyama merasa dunianya seperti runtuh. Sebagai seorang ayah, Oyama sangat menyayangi Hanano. Setiap hari dirinya menyuapi Hanano, mengajak Hanano bermain dan menyisir rambut lembut putrinya itu. Kini Oyama harus kehilangan Hanano dan rasanya hal itu menjadi cubaan paling berat dalam hidupnya.
Sebelum Hanano berpulang ke pangkuan Tuhan, doktor bertanya apakah Oyama mengizinkan untuk organ tubuh Hanano didermakan kepada pesakit anak yang memerlukan. Oyama merasa bahwa Hanano tidak lama hidup di dunia, namun bila putrinya boleh membuat anak lain bertahan hidup lebih lama, maka hal itu akan sangat membahagiakan. 
"Satu-satunya hal yang membuat saya bertahan hidup adalah bahwa dia telah menyelamatkan hidup seseorang," ucap Oyama. Hanano menjadi donor organ termuda di Singapura dan menyelamatkan nyawa seorang anak yang menderita kelainan jantung. Walau Hanano telah tiada, namun jantungnya masih berdetik di dalam tubuh anak lain.
Hal terberat dalam hidup adalah merelakan. Mengikhlaskan seseorang yang kita cintai pergi dari sisi kita. Namun Oyama tahu, bahwa takdir Tuhan memiliki rahsia tersendiri. H
Ranking: 5

{ 0 komen... read them below or add one }

Catat Ulasan

Arkib Blog

 
© borak kosong All Rights Reserved