Kaliysha, Anak 6 Tahun yang Terlahir Tanpa Otak

on 18 Julai 2013

Anak ini baru berusia enam tahun tapi harus benar-benar berjuang di sepanjang hidupnya. Sebab anak bernama Kaliysha ini dilahirkan dalam kondisi hydranencephaly.

Hydranencephaly merupakan kondisi langka di mana belahan otak tidak ada dan digantikan dengan kantung yang berisi cairan cerebrospinal. Ibunda Kaliysha, April Barret mengatakan sebuah keajaiban jika buah hatinya bisa hidup sampai sekarang.

"Seminggu sebelum saya melahirkan, doktor mengatakan bahwa dia akan lahir tanpa otak dan ia menyuruh saya mengambil gambar dari perut saya kerana itu akan menjadi terkahir kalinya Kaliysha hidup," tutur April, seperti dilansir Fox 59, Rabu (17/7/2013).


April sangat sedih mengetahui anaknya akan meninggal dunia. Apalagi setiap Kaliysha menendang perut April, wanita ini akan menangis jika mengingat itulah saat terakhir buah hatinya hidup. Namun keajaiban terjadi, entah bagaimana hanya dengan batang otak Kaliysha boleh bertahan hingga usia enam tahun.

Saat ini, Kaliysha tengah dirawat di rumah sakit karena penyakit yang mengakibatkan sedikit kerusakan di batang otaknya. April mengatakan kondisi Kaliysha pun menurun dan ia tahu bahwa itulah saatnya ia mengucapkan selamat tinggal pada gadis kecilnya.



Namun, untuk menghibur hatinya, jika Kaliysha meninggal April berencana akan memakamkannya di samping kuburan sang nenek. "Dengan begitu aku tahu dia tidak sendirian, ada orang lain yang juga sudah pergi dan mencintai dia," kata April.


Selama ini, April yakin Kaliysha bisa bertahan sampai usianya enam tahun karena kasih sayang dari orang-orang yang mencintainya. April juga mengatakan, dia tidak punya biaya untuk pemakaman Kaliysha. Keluarga Kaliysha sendiri membuat program 'Pace of Miracles' sebagai penggalangan dana serta bagi mereka yang ingin membantu bisa menyumbang uang melalui Bank Chase terdekat.

Dikutip dari boston.com, menurut National Institute of Neurological Disorders and Strok, bayi dengan hydranencephaly mungkin tampak normal saat lahir. Ukuran kepala dan refleks spontan seperti mengisap, menelan, menangis, dan menggerakkan lengan dan kaki juga tampak normal. Namun, setelah beberapa minggu, bayi biasanya menjadi mudah marah dan kontraksi ototnya meningkat.

Setelah beberapa bulan kehidupan, kejang dan hidrosefalus, akumulasi kelebihan cairan cerebrospinal di otak, bisa berkembang. Gejala lainnya termasuk gangguan penglihatan, pertumbuhan terhambat, tuli, kebutaan, lumpuh, dan defisit intelektual.

sumber: detikcom
Ranking: 5

{ 0 komen... read them below or add one }

Catat Ulasan

Arkib Blog

 
© borak kosong All Rights Reserved