Blair, Bayi Pertama di Dunia yang Hidup dengan Jantung Bertenaga Bateri

on 16 Julai 2013

Blair Fulton terlahir dengan kelainan jantung, yang membuatnya sudah mengalami serangan jantung saat usianya baru beberapa minit. Beruntung, kini ia boleh terus hidup berkat jantung buatan bertenaga bateri.

Perjuangan hidup Blair dimulai setelah ia dilahirkan di Wishaw General Hospital, ­Lanarkshire, Skotlandia, pada November 2011 lalu. Setelah dilahirkan, ia harus berada selama 9 hari di rumah sakit, kerana keadaan yang lemah.

"Kami tidak boleh percaya ketika mereka mengatakan dia telah mengalami serangan jantung ketika berusia beberapa minit," ujar ibunya, Sharon (33), seperti dilansir Mirror, Isnin (15/7/2013).

Blair harus mengonsumsi berbagai obat-obatan, tetapi keadaannya semakin memburuk selama tahun pertama kehidupannya. Gadis kecil itu didiagnosis cardiomyopathy, keadaan yang melemahkan otot-otot jantungnya.

Ia dirujuk ke Freeman Hospital di Newcastle, di mana tes menegaskan bahwa jantungnya rusak parah dan harus bergabung dalam daftar tunggu untuk mendapatkan transplantasi. Namun kondisinya terus memburuk.

"Dia berhenti bernafas. Tubuhnya membiru sehingga kami menelepon ambulans," terang sang ayah, Fraser (35).

Tubuh Blair sangat lemah, sehingga dokter memutuskan satu-satunya pilihan adalah Berlin Heart, yakni perangkat miniatur pam jantung eksternal yang bekerja dengan tenaga bateri.



Berlin Heart adalah jantung buatan yang terdiri dari driving unit, selang udara dan pam bilik. Ruang pam berada di luar tubuh. Udara dipam dari driving unit ke ruang pam. Darah ditarik dari tubuh ke dalam kamar, lalu didorong kembali ke jantung dan putaran tubuh. Tabung dari Berlin Heart masuk ke tubuh, mem-bypass organ, dan melakukan pekerjaan jantung.

Blair membutuhkan tabung oksigen untuk membantunya bernafas. Simon Haynes, konsultan perawatan intensif anak, mengatakan Blair adalah anak pertama di dunia yang menerima ventrikel Berlin Heart.

Pompa yang memiliki kapasitas satu sendok makan darah ini dibuat untuk Blair di Jerman dan merupakan salah satu yang terkecil yang pernah digunakan. Namun dokter memperingatkan, bahwa jantung buatan ini hanya dapat digunakan selama enam bulan, dan Blair tetap memerlukan transplantasi jantung untuk dapat melanjutkan hidupnya.

Hebatnya, 10 hari setelah Berlin Heart sesuai dengan tubuh Blair, ia mendapatkan donor jantung. Kini 8 minggu setelah menjadi transplantasi, Blair dapat kembali ke rumah dan menunjukkan kemajuan yang baik.

"Blair bahkan belum berusia 2 tahun, tapi ia telah melalui hal-hal yang dilalui orang dalam seumur hidupnya. Dia begitu terpuruk, kami hampir kehilangan dia beberapa kali. Tapi jantung buatan menyelamatkan hidupnya. Dan setelah ia mendapatkan transplantasi jantung, seluruh hidup kami telah berubah. Kami bersyukur setiap detik setiap hari," tutup ibunya.

sumber: detikcom
Ranking: 5

{ 0 komen... read them below or add one }

Catat Ulasan

Arkib Blog

 
© borak kosong All Rights Reserved