Inggris 'Menciptakan' Bayi dengan Tiga Orang Tua

on 29 Jun 2013

Inggris akan menjadi negara pertama di dunia untuk membuat bayi dengan DNA dari tiga orang secara legal. Para ilmuwan mengklaim teknik bayi tabung baru ini tiga kali lebih berhasil dari model sebelumnya. 

Selain itu, model ini juga memungkinkan untuk melahirkan bayi tanpa risiko kesehatan bawaan. Orang tua yang berisiko tinggi memiliki anak dengan cacat berat seperti distrofi otot akan ditawarkan model pembuahan ini.

Dengan disahkannya aturan ini, maka bayi pertama dengan tiga orang tua diharapkan akan lahir di Inggris pada 2015. Aturan baru ini akan melalui prosedur konsultasi publik terlebih dulu sebelum disahkan oleh parlemen Inggris tahun mendatang. 

Saat ini, rata-rata sebanyak 10 pasien menjalani program ini tiap tahun, yang melibatkan penggantian sebagian kecil dari DNA ibu yang rusak dengan seorang donor yang sehat. Proses ini menghindari risiko bayi membawa cacat bawaan yang dapat menyebabkan sejumlah kondisi langka yang mempengaruhi jantung, otot, dan otak.

Teknik ini kontroversial karena melibatkan modifikasi genetik embrio, yang berarti materi genetik pihak ketiga tidak hanya akan diteruskan kepada anak, tetapi juga untuk generasi mendatang di jalur perempuan.

Kementerian Kesehatan Inggris akan menerbitkan rancangan peraturan akhir tahun ini yang memungkinkan terapi keluarga "berisiko tinggi" memperoleh bayi sehat dan normal. Teknik ini bertujuan untuk mengatasi sekumpulan kondisi herediter langka yang disebabkan oleh mutasi mitokondria, struktur yang memasok listrik ke sel-sel tubuh.



Sekitar 99,8 peratus dari DNA manusia, termasuk semua gen yang mengatur penampilan dan identitas, ditemukan dalam inti sel dan diwariskan secara merata dari kedua orang tuanya. Akan tetapi, dalam sebagian kecil kasus, mitokondria hanya diteruskan dari ibu ke anak.

Cacat dalam mitokondria dapat menyebabkan berbagai masalah serius, termasuk distrofi otot dan mempengaruhi sekitar satu dari setiap 6.500 anak yang lahir di Inggris, lebih besar dari jumlah yang terkena kanker anak. Program yang disebut "terapi penggantian motokondria" ini ditujukan untuk menghindari risiko ibu menularkan cacat tersebut kepada anak-anak mereka.

Dokter akan menghilangkan inti dari telur donor dan menggantinya dengan materi genetik setara dari telur ibu, baik sebelum atau setelah pembuahan oleh sang ayah. Telur yang dihasilkan kemudian dapat ditanamkan dan dipupuk jika perlu menggunakan teknik bayi tabung standar. Anak akan mewarisi identitas dari ibu dan ayah, tapi dengan pasokan mitokondria dari donor.

Pakar bayi tabung Dame Sally Davies menyatakan proses ini mirip proses untuk mengubah baterai yang rusak di dalam mobil. Mitokondria baru dari induk ketiga ditanamkan, tapi tidak akan mengubah penampilan luar mereka. "Penyakit mitokondria dapat memiliki dampak buruk pada orang-orang yang mewarisinya," katanya. 

Profesor Doug Turnbull, yang memelopori teknik ini di Universitas Newcastle, mengatakan, "Saya senang bahwa pemerintah bergerak maju dengan rancangan peraturan dan versi final untuk debat di parlemen tahun depan. "Ini adalah berita yang sangat baik untuk keluarga dengan penyakit mitokondria."

sumber: tempo.co
Ranking: 5

{ 0 komen... read them below or add one }

Catat Ulasan

Arkib Blog

 
© borak kosong All Rights Reserved