Foto Pakai Gaun Pengantin dan Nangis di Kuburan, Wanita Ini Dibully

on 27 Jun 2013

img 
ist.
Sebuah foto yang menampilkan seorang wanita memakai gaun pengantin dan menangis di depan sebuah kuburan menjadi buah bibir di dunia maya. Gara-gara foto tersebut, si wanita dicaci-maki orang di internet.

Foto tersebut ditampilkan dalam akaun Facebook perusahaan fotografi Zander & Breck Photography. Adalah fotografer bernama Kari Wieringa yang membuat foto itu saat kliennya bernama Paige Eding menikah 7 Jun lalu.

Sebelum pergi ke gereja untuk menikah, Paige yang sudah memakai gaun pengantin meminta agar boleh datang ke kuburan ayahnya terlebih dulu. Ayah Paige, Mark Winia, meninggal 18 bulan lalu dalam usia 45 tahun kerana sakit infeksi paru-paru.

Dengan dandanan sudah siap berjalan di altar, Paige mendatangi makam ayahnya. Dia kemudian menjadi sangat emosional saat tiba di depan kuburang sang ayah. Wanita 23 tahun itu terduduk lemas dan tampak menangis. Momen itu diabadikan oleh Kari sang fotografer.

Foto yang menampilkan kesedihan Paige tersebut kemudian ditaruh Kari di akun Facebook perusahaan fotografinya seminggu setelah pernikahan. Tentunya sudah dengan izin sang mempelai wanita. Tidak lama setelah ditampilkan di Facebook, foto tersebut langsung menjadi buah bibir. Sudah 718 ribu orang menyukai foto tersebut.

Namun rupanya tidak semua orang suka dengan apa yang ditampilkan Kari. Banyak juga komentar sinis dari orang-orang di dunia maya untuk Paige. Wanita itu mendapat bullying dengan komentar-komentar negatif. Banyak yang menyebut Paige hanya mau mencari sensasi. Ada juga yang mengatakan foto tersebut terlalu murahan. Komentator lainnya mengatakan seharusnya apa yang dilakukan Paige adalah momen pribadi dan tidak perlu disebarluaskan.

Kari punya alasan tersendiri kenapa memfoto Paige ketika tengah terduduk sedih di depan kuburan sang ayah. "Aku ingin memori itu bertahan," katanya.

Sementara menurut Paige apa yang terjadi pada dirinya saat tiba di depan kuburan ayahnya sama sekali bukan untuk mencari sensasi. "Itu adalah saat di mana aku merindukannya dan mendoakannya. Aku sangat sedih dia tidak bisa hadir secara fisik, tapi aku tetap bahagia...Bagi keluarga kami, dia tetap hidup di dalam setiap diri kami," ujarnya.
Ranking: 5

{ 0 komen... read them below or add one }

Catat Ulasan

Arkib Blog

 
© borak kosong All Rights Reserved