Sebuah kelab di Gangnam, wilayah selatan Seoul, Korea Selatan, menggemparkan publik lantaran perilaku seksual aneh para anggotanya. Mereka terlibat dalam kelompok seks, saling bertukar pasangan, sementara anggota lainnya menikmati minuman dan menonton adegan demi adegan persetubuhan.

Berdasarkan polis Gangnam, lokasi klub yang bernama Couple Theme Club itu terletak di Nonhyeon-dong, dan terbuka untuk anggota eksklusif yang mendaftar lewat situs internet mereka. Situs tersebut kini telah ditutup lantaran pengunjungnya yang membludak. Namun kabar mengenai klub tersebut terus beredar secara maya, dan sejumlah pewarta warga (netizen) mendesak dilakukannya penutupan terhadap kelab tak bermoral itu. Demikian seperti dikutip dari Korean Times
Untuk memasuki kelab, pengunjung harus melewati penjaga keamanan yang memeriksa keanggotaan serta barang bawaan. Hal tersebut dilakukan untuk mencegah para anggota membawa kamera atau camcoder. Tertulis dalam laman internet klub itu, "Kami menantang segala tabu dalam seks".
Pemilik kelab itu juga menegaskan kegiatannya adalah sah. "Berdasarkan kuasa hukum, ini adalah sah kerana aktiviti dilakukan di ruangan yang diisolasi dan didasarkan atas para partisipan," ujar pemilik yang diposting di laman situsnya.
Berdasarkan polis Gangnam, lokasi klub yang bernama Couple Theme Club itu terletak di Nonhyeon-dong, dan terbuka untuk anggota eksklusif yang mendaftar lewat situs internet mereka. Situs tersebut kini telah ditutup lantaran pengunjungnya yang membludak. Namun kabar mengenai klub tersebut terus beredar secara maya, dan sejumlah pewarta warga (netizen) mendesak dilakukannya penutupan terhadap kelab tak bermoral itu. Demikian seperti dikutip dari Korean Times
Untuk memasuki kelab, pengunjung harus melewati penjaga keamanan yang memeriksa keanggotaan serta barang bawaan. Hal tersebut dilakukan untuk mencegah para anggota membawa kamera atau camcoder. Tertulis dalam laman internet klub itu, "Kami menantang segala tabu dalam seks".
Pemilik kelab itu juga menegaskan kegiatannya adalah sah. "Berdasarkan kuasa hukum, ini adalah sah kerana aktiviti dilakukan di ruangan yang diisolasi dan didasarkan atas para partisipan," ujar pemilik yang diposting di laman situsnya.


(cgv




Tiada ulasan:
Catat Ulasan