TRIBUNNEWS.COM -Sepasang suami isteri di Islamabad,Pakistan, dituduh membunuh anak perempuan mereka yang baru berusia 15 tahun kerana melirik atau memandang seorang anak laki-laki yang menaiki motor. Hal ini mereka lakukan kerana sang anak dianggap mempermalukan keluarga dan dianggap sebagai "honor killings".
Dilansir Fox News,Isnin (5/10/2012), dalam wawancaranya dengan BBC, sang ayah yang bernama Mohammad Zafar melihat anaknya menoleh melihat seorang anak laki-laki yang menaiki motor dan kemudian menegur sang anak dengan mengatakan hal itu tindakan yang salah.
"Ia mengatakan tidak melakukannya dengan sengaja dan berjanji tak akan melakukannya lagi," kata Zafar. Namun, sang ibu bernama Zaheen kemudian menyiramkan air asid ke tubuh anaknya.
"Itu nasibnya meninggal dengan cara seperti ini," kata sang Zaheen. Kejadian yang berlangsung 29 Oktober 2012 itu menyita perhatian publik dan kematian remaja belia ini kemudian menggarisbawahi masalah yang terjadi di Pakistan di mana perempuan dibunuh karena menikah atau memiliki hubungan yang tak direstui serta dianggap mempermalukan keluarga.
Dalam siaran televisyen terlihat pasangan itu berdiri di balik jeriji besi berbeza namun sel tahanan yang bersambung. Sang ayah mengatakan keluarga mereka menjadi pembicaraan masyarakat kerana tindakan anak perempuan sulungnya namun ia tak memberikan detail mengenai hal itu. Pejabat di Pakistan awalnya mengatakan bahwa serangan yang dilakukan sang ayah kerana anak perempuannya memiliiki hubungan khusus dengan anak laki-laki tersebut.




Tiada ulasan:
Catat Ulasan