Ingin Jadi Perempuan, Seorang Anak Lelaki Mahu Potong Kemaluannya

on 21 Februari 2012


Seorang anak laiki-laki berusia lima tahun divonis dokter jika dirinya adalah seorang perempuan yang "terjebak" dalam tubuh anak laki-laki.


 Zach Avery begitu yakin jika seharusnya ia bukanlah berjenis kelamin laki-laki. Bahkan ia sempat cuba untuk memotong kemaluannya sendiri.


 Saat ini, penampilan Zach lebih feminim, seperti seorang anak perempuan. Rambut pirangnya diikat dan seringkali mengenakan baju Sekarang dengan bangga boleh mengenakan skirt. Ia telah hidup sebagai seorang anak perempuan lebih dari satu tahun kebelakangan ini.


 "Saat berusia tiga tahun, dia (Zach) menangis kepada saya dan berkata kalau dia i adalah seorang anak perempuan," ujar Theresa, seperti dikutip dari situs The Sun. 


 "Saat itu saya menganggap hal tersebut biasa saja dan merupakan fase anak-anak yang akan berhenti dikemudian hari," imbuhnya. 


 "Tapi, hal tersebut ternyata menjadi serius. Zach marah jika ada yang menyebutkan anak laki-laki," terang ibunda Zach.


 Zach menghidap Gender Identity Disorder (GID) untuk pertama kali di usianya yang menginjak tiga tahun. Hal itulah yang membuat, Zach selalu menolak hidup sebagai seorang anak laki-laki. 


 Seperti diceritakan Theresa, ibunda Zach, anaknya itu dahulu suka sekali dengan cerita Thomas the Tank Engine. Namun kemudian Zach meminta untuk hidup sebagai seorang anak perempuan di akhir 2010. 


 Ia rupanya terobsesi dengan tokoh Dora the Explorer dan mulai berpakaian seperti layaknya seorang anak perempuan. 


 Theresia sebenarnya mengaku, jika dirinya merasa kehilangan susuk anak lelakinya. Kerana itu ia ingin sekali banyak belajar tentang ganguan yang menyebabkan GID tersebut. 


 Ibu empat orang anak tersebut berharap, kisahnya dapat membantu keluarga lainnya yang memiliki masalah serupa untuk bersikap dan bagaimana memberikan dukungan kepada anak-anak mereka. 


 "Saya sebenarnya sangat senang jika Zach dapat kembali sebagai anak laki-laki, tapi saya ingin Zach bahagia. Dan apabila apa yang dia inginkan membuatnya bahagia, saya akan mendukungnya," ujar Theresia. 


 "Masyarakat perlu menyedari keadaan ini karena boleh saja terjadi kepada mereka. Mungkin saja banyak kes serupa dengan saya di luar sana, tapi mereka tidak ingin membicarakannya," terang Theresia. 


 Tahun lalu, zach merupakan anak termuda yang didiagnosis dengan gangguan tersebut. 


 Saat mengetahui keadaan anaknya, Theresia dan Darren Avery, suaminya bergegas membawa Zach ke seorang doktor spesialis di Tavistock dan Patman Foundation Trust di London. 


 "Mereka mengatakan kepada kami bahawa meskipun dia memiliki tubuh laki-laki, otaknya mengatakan bahawa ia adalah seorang anak perempuan," ujar Theresia menirukan ucapan doktor yang memeriksa anaknya.


 Mengetahui diagnosis terhadap Zach, pihak sekolah, Purleet Primary di Essex berusaha untuk memahaminya. Bahkan pihak sekolah membuat satu buah toilet khusus untuk Zach, yakni toilet neutral. 


 Theresia juga tanpa malu dan sungkan menjelaskan kepada teman-teman Zach di sekolah perihal keadaan Zach. 


 "Kami menjelaskan kepada anak-anak lain di sekolah bahawaa tubuh Zach adalah  seorang anak lelaki tetapi di otaknya dia adalah seorang anak perempuan," terang Theresia. 


 Menurut Theresia, sejauh ini teman-teman Zach di sekolah cukup mengerti dengan keadaan yang terjadi. Bahkan hingga kini, ia tidak pernah mendengar adanya masalah dengan Zach di sekolah, terkait dengan keadaannya saat ini.


 Saat ini Zach mengenakan seragam sekolah seperti anak perempuan dan dengan kasutberwarna merah muda. 


 Di rumah, orang tua Zach bahkan mengubah bilik tidur Zach. Disesuaikan dengan keadaannya yang ingin terlihat sebagai seorang anak perempuan. 


 "Kami menyerahkan sepenuhnya kepada Zach untuk memutuskan apa yang ingin ia lakukan. Kami juga akan mendukungnya, andaikan Zach kembali memilih sebagai anak laki-laki," ujar Theresia. 


 Menurut NHS Tavistock dan Patman Foundation, terdapat 165 anak telah didiagnosa mengalami GID tahun ini. Tahun lalu, hanya tujuh anak di bawah usia lima tahun didiagnosis dengan GID.


sumber 
Ranking: 5

{ 0 komen... read them below or add one }

Catat Ulasan

Arkib Blog

 
© borak kosong All Rights Reserved