Pengunjung akan diberi minum air opium tanda selamat datang ke desa ini

on 27 Jun 2011

Ritual pembuatan minuman opium ini dilakukan bagi para pengunjung yang datang ke desa. Meski secara resmi opium dilarang di India, tetapi masih tersedia berkat suku pencinta lingkungan ini. Dari suku Bishoi yang pemberani inilah, istilah ?tree-hugger? (pemeluk pohon) berasal.

Pada 1730, ratusan orang dari suku Bishnoi siap mengorbankan nyawa mereka dengan memeluk pohon demi mencegah penebangan. Orang-orang ini kemudian dihukum pancung. Tapi saat Maharaja Jodhpur mendengar cerita pengorbanan suku Bishnoi, ia memerintahkan para penebang untuk memotong pohon (dan kepala orang) di kawasan ini.

Sampai hari ini, orang Bishnoi terkenal dengan dedikasinya pada penyelamatan lingkungan. Pihak pemerintah pun pura-pura tidak tahu akan penggunaan opium suku Bishnoi untuk ritual keagamaan.

Dalam perjalanan sejauh 40 km menuju tenggara Jodhpur itu, bagaimana suku Bishnoi menikmati minum teh bersama. Pada hari pernikahan, ayah mempelai wanita menawarkan opium campur air ke ayah mempelai pria. Tiga kali ditawarkan, tiga kali pula air opium itu diminum dari tangan. Selanjutnya, ayah mempelai lelaki akan melakukan hal yang sama untuk ayah pengantin wanita.

Sebenarnya ini adalah ritual perkenalan saat orang asing datang berkunjung. Namun, mereka menghormati tata krama dan kebiasaan dari orang asing yang berkunjung dengan membolehkan air opium diminum dari tangan si pelancung sendiri.

Kadang-kadang bubuk saffron (kuma-kuma) dipakai sebagai pengganti opium.

Alamak..ada aerobik kuda,jom lihat

Wanita dengan Payudara Semulajadi Terbesar di Dunia

TEMPO Interaktif, London - Bagi Annie Hawkins-Turner, memiliki payudara besar telah menyebabkan penderitaan yang tak terkatakan.

Wanita 52 tahun dari Atlanta, Georgia, yang memiliki payudara alami terbesar di dunia menurut Guinness Book of World Records itu mengatakan dalam sebuah wawancara bagaimana dia telah diintimidasi sejak kecil.

Berbicara di sebuah acara pagi di Inggris, This Morning, sebagaimana dilaporkan Daily Mail hari ini, dia mengakui bahawa dia diejek setiap hari oleh orang asing.

Dia mengatakan kepada pembawa acara Phillip Schofield dan Jenni Falconer, “Ketika saya keluar dari rumah saya, saya harus berfikir hari ini akan menjadi seperti apa dan siapa yang akan menyerang saya.”

“Setiap hari seseorang menggoda saya. Mereka mengolok-olok saya dan tanpa alasan. Saya juga manusia seperti orang lain,” ujarnya.

Hawkins-Turner, yang saat ini menjadi model glamour dengan nama samaran Norma Stitz, mengatakan bahawa pelecehan atas ukuran dadanya dimulai ketika dia mengenakan bra pertamanya pada usia sepuluh tahun.

“Saya tidak tahu ukuran saya, yang pasti besar,” kenangnya. “Satu-satunya hal yang saya ingat tentang bra itu adalah ia terbuat dari katun dan mereka terjebak keluar seperti bola dan saat itulah saya tahu bahwa saya berbeza.”

“Anak-anak adalah yang terburuk di dunia ketika mengganggu orang-orang. Saya mendapatkan banyak pelecehan,” ujarnya.

Ibu dua anak itu mengatakan ukuran dadanya membuatnya harus berjuang untuk melakukan tugas sehari-hari, seperti memandu kereta.

Dia mengaku hancur mengetahui bahawa ia bahkan tidak boleh menyusui ketika anak-anaknya lahir kerana ukuran dadanya membuatnya tidak nyaman untuk menempatkan bayi di dadanya.

Dada Hawkins-Turner seberat delapan stone (50 kilogram) dan ia memerlukan bra konvensional dengan ukuran 102 ZZZ.

Tapi, katanya, dia tidak akan pernah melakukan operasi mengecilkan payudara. “Setiap kali saya mendapatkan dokter baru dan mereka menawarkan saya operasi, tetapi saya tidak perlu operasi.”

“Saya memiliki punggung yang kuat dan tidak pernah memiliki sakit punggung. Saya memiliki terapi bagaimana membuat tegak sehingga saya tidak akan melukai diri saya sendiri,” katanya.

Sakit aneh Wanita Ini Boleh Tidur Seminggu

VIVAnews - Kisah Poppy Shingleton, 24,mungkin terdengar seperti dongeng . Mahasiswi jururawat ini bahkan boleh tidur panjang hingga seminggu.

Seperti dikutip dari laman Daily Mail, sindromaini hanya dialami oleh satu dari 1.000 orang di seluruh dunia. SIndrom Kleine-Levin juga dikenal sebagai sindrom putri tidur.

Saat mengalami serangan sindroma, Poppy hanya terbangun untuk makan atau pergi ke bilik mandi. Keadaan ini mulai dialaminya sejak ulang tahun ke-18. Awalnya, ia mengira ada ubat tidur dalam minumannya.

“Saya mulai tertidur saat ulang tahun ke-18. Saya tidak merencanakan apa-apa, tapi saya ingin pergi keluar dengan teman-teman untuk minum-minum dan bersenang-senang,” katanya.

“Tapi tiba-tiba saya tertidur hingga melewati perayaan Natal dan tidak bangun sampai setelah Tahun Baru. Hal itu tidak boleh saya kendalikan dan saya kehilangan sisi sosial,” katanya.

Dia diperbolehkan pulang setelah doktor mengatakan sudah terlambat untuk menjalankan tes toksikologi. Namun, tiga minggu kemudian, ia kembali tidur selama seminggu. ”Saat itulah saya tahu bahawa minuman saya tidak dibubuhi obat. Ada sesuatu yang salah dalam tubuh saya. Itu sangat menakutkan,” tuturnya.

Saat kejadian tersebut terus berulang, orang tua Poppy merasa cemas dan segera membawanya ke dokter ahli saraf di Hospital Royal United Bath.

Selama beberapa tahun berikutnya, dokoter melakukan berbagai ujian termasuk scan otak dan biopsi otot. Salah satu spesialis bahkan salah diagnosis, ia disebut hanya menderita depresi dan kelelahan kronis.

Namun, teman-teman Poppy yang memberitahu bahawa dirinya mengidap sindroma Kleine-Levin setelah menonton filem dokumenteri.

Setelah berbicara dengan anggota Kleine-Levin Syndrome Foundation, Poppy akhirnya selalu berhubungan dengan spesialis tidur di Chelsea dan Westminster Hospital, dan Poppy pun didiagnosis positif menderita Kleine-Levin Syndrome atau Sleeping Beauty Syndrome.

Poppy mengaku tak sedar, dan seringkali mengetahui bahawa dia tertidur saat berbicara dengan temannya setelah berminggu-minggu.

Poppy adalah mahasiswa di Southampton University. Ketika kuliah, Poppy selalu berada dekat dengan kedua orangtuanya, Graham, 57 dan Jenny, 48. Keduanya guru di kota tersebut. “Ibu dan ayah selalu datang dan menjemputku jika aku jatuh tiba-tiba, memangku  ke dalam kereta dan membawa pulang,” katanya.

Akibat sindrom langka yang dideritanya, Poppy bahkan sering ketinggalan pelajaran.

LONDON: Jutawan fesyen, George Davies menawarkan dua anggota polis sebuah kereta Maserati berharga 100,000 (RM500,0000) jika mereka membebaskannya selepas ditangkap kerana memandu dalam keadaan mabuk.

Sebuah mahkamah di sini diberitahu semalam, jutawan yang mengasas syarikat Next and George at Asda berusia 69 tahun itu diarah oleh anggota polis terbabit menjalani ujian pernafasan selepas dia ditahan kerana memandu kereta Quattroporte selaju 272 kilometer sejam.


Ujian itu mendapati kandungan alkohol dalam pernafasannya melebihi had.


Dia juga gagal berhenti meskipun diekori oleh anggota berkenaan sejauh lapan kilometer dari rumahnya.


Majistret di mahkamah Worcester diberitahu, jutawan itu menawarkan polis yang menahannya kereta Maserati itu ketika mereka membawanya ke balai polis.


 Konstabel Jonathon Rice berkata: “Dia yang mabuk berkata, kami boleh mengambil kereta Maseratinya jika kes itu digugurkan.



“Saya menganggap dia tidak bermaksud demikian kerana dia mabuk ketika itu.” Davies menafi membuat kenyataan itu.


Dia bagaimanapun didapati bersalah malam tadi. Majistret mengharamkan dia memandu selama 12 bulan dan mendendanya 1,000 (RM5,000). - Agensi

sumber : myMetro

Adik ipar Putera William dapat kereta kalis peluru sebagai hadiah

LONDON: Adik ipar Putera William, Pippa Middleton (atas) akan menerima kereta kalis peluru sebagai hadiah daripada ibu bapanya.

 Akhbar The Sun melaporkan, ibu bapanya, Michael, 61, dan Carole Middleton, 55, bimbang sejak perkahwinan anak sulung mereka, Kate dengan William, Pippa mencuri tumpuan dunia dan terdedah kepada perbuatan khianat.
 Tidak seperti kakaknya, Kate, 27, yang tidak dikawal polis diraja, Pippa tidak diberi kawalan keselamatan menyebabkan pasangan jutawan Michael dan Carole bercadang membeli kereta BMW atau Audi kalis bom bernilai £95,000 (RM453,959).

 Kenderaan itu mempunyai tingkap kalis peluru dan masih boleh dipandu, walaupun tayarnya ditembak.

 Pasangan Middleton itu berbincang kemungkinan ancaman itu dengan pengawal peribadi kanan William. Tumpuan utama ialah menghalang peminat atau pengganas yang cuba menculik Pippa. Difahamkan Pippa sudah membawa butang panik yang terus berhubung dengan polis. – Agensi
sumber : Berita Harian

Arkib Blog

 
© borak kosong All Rights Reserved