Josefine Villaverde Umur 101 Tahun, Calonkan Diri Ketua Parti

on 15 Mei 2011

Usia bukan menjadi penghalang bagi wanita ini. Umur seabad,  atau tepatnya usia 101 tahun, Josefine Villaverde melancarkan karier politiknya. Ia akan bertarung sebagai calon dari Parti Sosialis di Cuntis, Desa Galicia, bahagian barat laut Sepanyol, dalam pemilihan tingkat kotapraja pada 22 Mei.  

Villaverde, yang dilahirkan pada 19 November 1909. Ia mencari dukungan di jalan-jalan di kota kecil tempat tinggalnya itu dan membuat janji kempenye "Menang buat Cuntis".  

Dengan wajah yang dihiasi senyum dan rambut pendek warna putih, ia mengenangketika ia memberikan suara dalam usia 24 tahun di sekolah setempat pada 19 November 1933, pemilihan umum pertama yang dibuka untuk perempuan setelah parlimen memberikan persetujuannya dua tahun sebelumnya.  

Suaminya telah memberi dia kertas suara di pintu sekolah itu sebagai hadiah ulang tahun. "Ia memberikan kertas suara itu kepada saya, saya masuk dan menaruhnya di tempat kertas suara. Itulah untuk pertama kali perempuan memberikan suara di Sepanyol. Dan saya ada di sana," kata Villaverde kepada harian El Mundo, sebagaimana dikutip AFP.

Di antara politik saat ini, ia mendukung Menteri Pertahanan Carme Chacon sebab ia seorang perempuan. "Perempuan memangku jabatan," katanya.  

Chacon dapat menjadi calon untuk mengambil alih pimpinan Parti Sosialis dari Perdana Menteri Jose Luis Rodriguez Zapatero, yang telah memutuskan tidak mencalonkan diri lagi dalam pemilihan umum 2012.

Villaverde mengakui, ia suka memilih Zapatero. "Ia tampan dan ia adalah orang baik. Yang paling buruk ialah ia pencen." katanya.  

Villaverde, janda sejak 1973, dengan tiga cicit dan seorang buyut, mengatakan, ia telah menjadi "seorang sosialis sejak dilahirkan" dan sangat "suka bercerita politik". "Kamu mesti memberikan suara bukan untuk temanmu, tapi buat prinsip kamu," kata Villaverde kepada El Mundo.

ApriPoko, Robot Remote Control Yang Pintar

ApriPoko, robot keluaran dari Toshiba ini adalah sebuah universal Remote Control yang dapat mengontrol semua remote baik TV, video dan lainnya.


Kelebihan robot ini adalah dapat berbicara dan diperintahkan melalui suara (voice operated).


Robot ini akan mempelajari segala kebiasaan anda dalam menggunakan remote untuk setiap alat bahkan bertanya segala hal untuk memudahkan anda menggunakan remote di kemudian hari.


AproPoko akan mendeteksi semua remote melalui koneksi InfraRed (IR) dan bertanya kepada anda, apa yang harus dia (ApriPoko) lakukan.

10 Tahun Pilih Atheis, Dia Kini Tertunduk Pada Islam

 (foto: photobucket.com)
Sejak kecil Dr Jeffrey Lang dikenal dengan sifat ingin  tahu. Dia kerap menanyakan logika sesuatu dan mengkaji apa pun berdasarkan perspektif rasional. “Ayah, syurga itu ada?” tanya Jeffrey kecil suatu kali kepada ayahnya tentang keberadaan syurga, saat keduanya berjalan bersama anjing peliharaan mereka di pantai. Bukan suatu kejutan jika kelak Jeffrey Lang menjadi profesor matematik, sebuah wilayah dimana tak ada tempat selain logika.

Ketika menjadi siswa tahun terakhir di Notre Dam Boys High, sebuah SMA Katholik, Jeffrey Lang memiliki keberatan rasional terhadap keyakinan akan kewujudan Tuhan. Diskusi dengan pendeta sekolah, orangtuanya, dan rakan sekelasnya tak juga boleh memuaskannya tentang kewujudan Tuhan. “Tuhan akan membuatmu tertunduk, Jeffrey!” kata ayahnya ketika ia membantah kewujudan Tuhan di usia 18 tahun.

Ia akhirnya memutuskan menjadi atheis pada usia 18 tahun, yang berlangsung selama 10 tahun semasa menjalani kuliah S1, S2, dan S3, hingga akhirnya memeluk Islam.

Adalah beberapa ketika sebelum atau sesudah memutuskan menjadi atheis, Jeffrey Lang mengalami sebuah mimpi. Berikut penuturan Jeffrey Lang tentang mimpinya itu:

Kami berada dalam sebuah ruangan tanpa perabot. Tak ada apa pun di tembok ruangan itu yang berwarna putih agak abu-abu.

Satu-satunya ‘hiasan’ adalah karpet berpola dominan merah-putih yang menutupi lantai. Ada sebuah jendela kecil, seperti jendela ruang bawah tanah, yang terletak di atas dan menghadap ke kami. Cahaya terang mengisi ruangan melalui jendela itu.

Kami membentuk deretan. Saya berada di deret ketiga. Semuanya lelaki, tak ada wanita, dan kami semua duduk di lantai di atas tumit kami, menghadap arah jendela.

Terasa asing. Saya tak mengenal seorang pun. Mungkin, saya berada di Negara lain. Kami menunduk serentak, muka kami menghadap lantai. Semuanya tenang dan hening, bagaikan semua suara dimatikan. Kami serentak kembali duduk di atas tumit kami. Saat saya melihat ke depan, saya sadar kami dipimpin oleh seseorang di depan yang berada di sisi kiri saya, di tengah kami, di bawah jendela. Ia berdiri sendiri. Saya hanya boleh melihat singkat punggungnya. Ia memakai jubah putih panjang. Ia mengenakan selendang putih di kepalanya, dengan desain merah. Saat itulah saya terbangun.

Sepanjang sepuluh tahun menjadi atheis, Jeffrey Lang beberapa kali mengalami mimpi yang sama. Bagaimanapun, ia tak terganggu dengan mimpi itu. Ia hanya merasa nyaman saat terbangun. Sebuah perasaan nyaman yang aneh. Ia tak tahu apa itu. Tak ada logika di balik itu, dan  ia tak peduli walaupun mimpi itu berulang.

Sepuluh tahun kemudian, ketika pertama kali memberi kuliah di University of San Fransisco, dia bertemu murid Muslim yang mengikuti kelasnya. Tak hanya dengan sang murid, Jeffrey pun tak lama kemudian menjalin persahabatan dengan keluarga sang murid. Agama bukan menjadi topik bahasan saat Jeffrey menghabiskan waktu dengan keluarga sang murid. Hingga setelah beberapa waktu salah satu anggota keluarga sang murid memberikan Alquran kepada Jeffrey.

Walaupun tak berniat mengetahui Islam, Jeffrey mulai membuka-buka Alquran dan membacanya. Ketika itu kepalanya dipenuhi berbagai prasangka.

“Anda tak boleh hanya membaca Alquran, tidak boleh jika Anda tidak menganggapnya serius. Anda harus, pertama, memang benar-benar telah menyerah kepada Alquran, atau kedua, ‘menantangnya’,” ungkap Jeffrey.

Ia kemudian mendapati dirinya berada di tengah-tengah pergulatan yang sangat menarik. “Ia (Alquran) ‘menyerang’ Anda, secara langsung, personal. Ia (Alquran) mendebat, mengkritik, membuat (Anda) malu, dan menantang. Sejak awal ia (Alquran) menorehkan garis perang, dan saya berada di wilayah yang berseberangan.”

“Saya menderita kekalahan parah (dalam pergelutan). Dari situ menjadi jelas bahwa Sang Penulis (Alquran) mengetahui saya lebih baik ketimbang diri saya sendiri,” kata Jeffrey. Ia mengatakan seakan Sang Penulis membaca fikirannya. Setiap malam ia menyiapkan sejumlah pertanyaan dan keberatan, namun selalu mendapati jawabannya pada bacaan berikutnya, seiring dia membaca halaman demi halaman Alquran secara berurutan.

“Alquran selalu jauh di depan pemikiran saya. Ia menghapus aral yang telah saya bangun bertahun-tahun lalu dan menjawab pertanyaan saya.” Jeffrey mencuba melawan dengan keras dengan keberatan dan pertanyaan, namun semakin jelas ia kalah dalam pergelutan. “Saya dipimpin ke sudut di mana tak ada lain selain satu pilihan.”

Ketika itu awal 1980-an dan tak banyak Muslim di kampusnya, University of San Fransisco. Jeffrey mendapati sebuah ruangan kecil di basement sebuah gereja di mana sejumlah mahasiswa Muslim melakukan sholat. Selesai pergelutan panjang di benaknya, ia memberanikan diri untuk mengunjungi tempat itu.

Beberapa jam mengunjungi di tempat itu, ia mendapati dirinya mengucap syahadat. Setelah bersyahadat, waktu shalat dzuhur tiba dan ia pun diundang untuk berjemaah. Ia berdiri dalam deretan dengan para mahasiswa lainnya, dipimpin imam yang bernama Ghassan. Jeffrey mulai mengikuti mereka shalat berjamaah.

Jeffrey ikut bersujud. Kepalanya menempel di karpet merah-putih. Suasananya tenang dan hening, bagaikan semua suara dimatikan. Ia lalu kembali duduk di antara dua sujud.

“Saat saya melihat ke depan, saya boleh melihat Ghassan, di sisi kiri saya, di tengah-tengah, di bawah jendela yang menerangi ruangan dengan cahaya. Dia sendirian, tanpa barisan. Dia mengenakan jubah putih panjang. Selendang (scarf) putih menutupi kepalanya, dengan desain merah.”

“Mimpi itu! Saya berteriak dalam hati. Mimpi itu, sama! Saya telah benar-benar melupakannya, dan sekarang saya tertegun dan takut. Apakah ini mimpi? Apakah saya akan terbangun? Saya cuba fokus apa yang terjadi untuk memastikan apakah saya tidur. Rasa dingin mengalir cepat ke seluruh tubuh saya. Ya Tuhan, ini nyata! Lalu rasa dingin itu hilang, berganti rasa hangat yang berasal dari dalam. Air mata saya bercucuran.”

Ucapan ayahnya sepuluh tahun silam terbukti. Ia kini berlutut, dan wajahnya menempel di lantai. Bahagian tertinggi otaknya yang selama ini berisi seluruh pengetahuan dan intelektualitasnya kini berada di titik terendah, dalam sebuah penyerahan total kepada Allah SWT.

Jeffrey Lang merasa Tuhan sendiri yang menuntunnya kepada Islam. “Saya tahu Tuhan itu selalu dekat, mengarahkan hidup saya, menciptakan lingkungan dan kesempatan untuk memilih, namun tetap meninggalkan pilihan krusial kepada saya,” ujar Jeffrey kini.

Jeffrey kini professor jurusan matematik University of Kansas dan memiliki tiga anak. Ia menulis tiga buku yang banyak dibaca oleh Muslim AS:  Struggling to Surrender (Beltsville, 1994); Even Angels Ask (Beltsville, 1997); dan Losing My Religion: A Call for Help (Beltsville, 2004). Ia memberi kuliah di banyak kampus dan menjadi pembicara di banyak konferensi Islam.

Ia memiliki tiga anak, dan bukan sebuah kejutan anaknya memiliki rasa keingintahuan yang sama. Jeffrey kini harus menghadapi pertanyaan-pertanyaan yang sama yang dulu dia lontarkan kepada ayahnya. Suatu hari ia ditanya oleh anak perempuannya yang berusia lapan tahun, Jameelah, usai mereka shalat Ashar berjamaah. “Ayah, mengapa kita shalat?”

“Pertanyaannya mengejutkan saya. Tak sangka berasal dari anak usia lapan tahun. Saya tahu memang jawaban yang paling jelas, bahwa Muslim diwajibkan shalat. Tapi, saya tak ingin membuang kesempatan untuk berbagi pengalaman dan keuntungan dari shalat. Bagaimana pun, usai menyusun jawaban di kepala, saya memulai dengan, ‘Kita shalat kerana Tuhan ingin kita melakukannya’,”

“Tapi kenapa, ayah, apa akibat dari shalat?” Jameela kembali bertanya. “Sulit menjelaskan kepada anak kecil, sayang. Suatu hari, jika kamu melakukan shalat lima waktu tiap hari, saya yakin kami akan mengerti, namun ayah akan cuba yang terbaik untuk menjawab pertanyaan kamu.”

Pemuda ini Kirim SMS ke Ibunya agar Melihat Jenazahnya

Dering telefon tangan membuat Emy Mewengkang, warga Paal IV lingkungan 6, Tikala  terjaga. Waktu menunjukan pukul 02.00 pagi. Rupanya ada pesan ringkas masuk ke telefon yang dikirim anaknya bernama Christo Kaunang alias Ito (22).

 Matanya terbeliak ketika menatap SMS itu. Tertulis "Ma' jangan lupa liat mayat di kamar.".Mengantuk Emy langsung hilang dan berganti panik. Sang ibu langsung menyambangi bilik anaknya. Bilik itu terkunci rapat, terdengar keras lagu Taxi Band mengalun lewat teleefon yang disambung ke speaker.

 Saat mengintip di jendala bilik Emy menyaksikan tubuh Christo tergantung seutas tali nilon hijau, menjerat lehernya. Tak pelak,tangisan Emy memecah kesunyian pagi hari itu "Kiapa so ba bodok bagini, ampun akang Tuhan, nyanda sangka Ito, jadi bagini," ujar ibu tiga anak ini.

 Tangis Emy membuat, tetangga terjaga, cerita pilu pun segera tersebar, rumah keluarga Kaunang Mewengkang yang terletak di dalam gang itu pun penuh dengan kehadiran tetangga.

 Setelah melaporkan ke Polis, Tubuh Christo pun diturunkan, tali yang terikat di atas balok langit-langit rumah di potong. Tubuh yang mengenakan baju merah itu kemudian dibaringkan di tempat tidur.

 Korban meninggalkan dua saudari, tertua bernama Stela dan si bungsu Angel. Personel identifikasi Polresta kemudian mengambil cap jari korban. Emy dan Angel terlihat menangisi jenazah abangnya. Sedangkan Stela, berdiri menatap di depan bilik dengan cucuran air mata.

 Penyelidikan lanjut menemukan, ada indikasi korban bunuh diri dari pesan-pesan singkat di telefonnya. Dari isi pesan - pesan tersebut, korban berhubung dengan kekasihnya hingga akhirnya hubungan kedua insan itu berakhir, satu pesan mengungkapkan, disyaki bahawa kekasih korban punya lelaki idaman lain. Pesan ringkas terakhir, dikirimkan korban ke ibunya, sebelum mengakhiri hidupnya.

 Kematian Christo membuat keluarga terkejut. Stela, kakak korban tak menyangka, adiknya nekad mengakhiri hidup. Setahu dia, memang adiknya itu punya masalah dengan kekasihnya. Sehari sebelum mengakhiri hidup, Chrsito dan kekasihnya terlihat bertengkar di dalam bilik rumah korban.
 Bahkan kata Stela, Christo sempat melukai diri. "Dia lukakan badan,kita nintau bakalae apa, mama ada marah pa dia (korban), lantaran iris-iris," tuturnya terisak.

 Kata Stela, ia tak mengenal kekasih adiknya, walaupun, kekasihnya itu sering datang menginap di rumah "Soalnya jarang dia komunikasi, kita tahu dia jururawat di Rumah sakit Malalayang," ucapnya.

 Dari pesan singkat di telefon, korban sering menyebut nama Rhini. Soal Asmara, Stela mengaku, adiknya jarang bercakap kepadanya.

 Sebelum ditemukan tak bernyawa, korban sempat memasang lagu Taxi Band lagu itu terdengar warga sejak pukul 22.00. Dibunyikan berulang-ulang secara automatik, di bilik korban ditemukan, sebuah kerusi plastik biru tanpa sandaran di atas meja kayu, diduga kerusi itu di jadikan pijakan untuk mengikat tali, sebelum akhirnya mengakhiri hidup.

Lembu masuk dan tawan kedai baju

VIVAnews - Sejumlah pejalan kaki di sebuah jalan di Brazil kecoh ketika melihat seekor lembu di dalam sebuah kedai baju. Mereka mengira, lembu itu sengaja ditaruh di balik kaca bersama baju-baju yang hendak dijual sebagai bentuk seni.

Ternyata,lembu ini masuk kedai tanpa izin, sama sekali di luar kemahuan pemilik kedai, dan sempat ‘membuat para pekerja kedai menyembunyikan diri selama satu jam. Pekerja yang ketakutan dengan keberadaan lembu ini  mengurung diri di toilet. Kemudian petugas polis dan warga menangkap lembu yang tiba-tiba keluar dan memecahkan kaca pintu.

Menggunakan beberapa utas tali, polis dan orang ramai menggiring lembu ke dalam trak yang sudah disediakan. Diketahui, lembu ini lari dari trak yang mengangkutnya.


Gila..isteri bersuami dua

Suami beristeri dua, itu wajar. Tapi jika isteri bersuami dua, ini namanya kurang ajar! Dan wanita paling kurang ajar ini bernama Umi, 29. Gara-gara dia nikah siri dengan bekas suami pertama, terpaksa Margi, 36, suaminya kini melaporkan kes ini ke Polres Lamongan.

 Islam membolehkan lelaki menikahi 4 wanita. Tapi jika wanita bersuami dua, agama manapun tak pernah ada aturannya. Kerana perilaku ini menjadikan wanita seperti haiwan saja. Kucing misalnya, dia biasa habis “meong-meongan” dengan si kembang asem, beberapa jam berikutnya sudah “meong-meongan” lagi dengan si kembang benguk. Namanya juga kucing.

 Tapi manusia berbudaya dan beragama, sangat dilarang wanita bersuami dua. Tapi agaknya Umi, warga Desa Dati Kecamatan Pucuk, tak peduli dengan semua itu. Meski masih jadi isteri sah Margi, bahkan sudah punya anak satu, dipujuk untuk dinikah dengan suami pertama dulu, mahu sahaja. .

 Sekitar 4 tahun lalu Umi masih isteri Darmo, 38, warga Sidatapa Surabaya. Kerana persoalan ekonomi, rumahtangga itu kemudian pecah  meski sudah memiliki tiga anak. Tapi kerana tubuh dan wajah Umi memang mengasyikkan, hanya nganggur setengah tahun dia sudah dapat pasangan baru. Dia lalu menikah dengan suaminya kini, Margi, warga Dati Kecamatan Pucuk. Dari perkahwinan gelombang kedua ini, telah lahir anak berusia 2 tahun.

 Sewaktu  suami tak di rumah, Umi diminta pulang oleh orangtuanya di Gresik. Ternyata, di sana telah menunggu Darmo bekas suaminya dulu. Kini dia sudah mempunyai kekuatan ekonomi. Dan dengan alasan untuk rujuk kembali, pihak keluarga sangat merestui meski Umi sekarang sudah jadi milik orang.

 Maka dalam perkahwinan siri yang baru berlangsung 4 bulan ini, Umi sudah hamil lagi dengan suami pertama dulu.

 Enak bagi pasangan Darmo – Umi, sangat menyakitkan bagi Margi yang haknya diambil orang lain. Setelah sekian bulan kehilangan tanpa istri, dia terkejut sekali menemukan fakta bahawa isteri sahnya sudah dikahwini lagi oleh bekas suami terdahulu. Ini peraturan dari mana? Masih punya suami ,masih menerima suami yang lain lagi.

 Sudah barang tentu Margi tidak terima. Dia melaporkan isteri sekaligus dua mertuanya dan suami Umi yang baru. Tapi sebelum diproses secara hukum, keduanya telah menemukan titik temu. Artinya, Umi siap kembali ke Margi dan bercerai dengan Darmo. Tapi bagaimana dengan “anak” hasil genetik suami pertama?

Wanita kena asid ini teruja bila mahkhamah benarkan untuk menitiskan asid pada penyerangnya

Inilah pembalasannya..
saya petik dari myMetro



TEHERAN: Seorang wanita yang buta dan cacat selepas seorang lelaki yang kecewa kerana cintanya ditolak melontar asid pada mukanya berkata, dia gembira untuk membalas dendam terhadap lelaki itu.

Sebuah mahkamah di Iran memberi kebenaran kepada Ameneh Bahrami untuk menitiskan asid pada mata penyerangnya, bekas rakan pelajarnya di Universiti Teheran.

Mahkamah memberikan pampasan berjumlah kira-kira RM95,000 dan menjatuhkan hukuman penjara ke atas lelaki itu, Majid Movahedi.

Bagaimanapun, Ameneh menolak pampasan berkenaan, sebaliknya mahu penyerangnya menderita sepertinya.

Persediaan dibuat untuk membolehkan Ameneh menyuntik asid ke dalam mata Majid di sebuah hospital semalam, di bawah pengawasan doktor. Ameneh dibenarkan menitik 20 titisan asid pada setiap belah mata lelaki itu.

Bagaimanapun, hukuman itu ditangguhkan semalam ke satu tarikh yang tidak ditetapkan.

Namun, Ameneh yang kembali ke Teheran dari Sepanyol untuk melaksanakan hukuman itu memberitahu wartawan, dia tetap mahukan lelaki itu buta sepertinya.

“Saya mahu hukuman qisas dilaksanakan. Saya sudah bersedia untuk menjalankan tugas itu. Hanya dengan membutakan dia baru saya boleh tenteram,” kata Ameneh.

Dia berkata, segala rayuan, supaya dia membatalkan hasratnya, termasuk daripada ibu lelaki itu sudah terlambat. - Agensi




Tabah...bayi jalani 11 kali pembedahan,akhirnya pulih

betul-betl tabah..
saya petik dari Sinar Harian

CUMBRIA - Seorang bayi perempuan yang menjalani pembedahan sebanyak 11 kali dan didakwa tiada harapan untuk hidup mengejutkan keluarganya apabila sudah pulih sepenuhnya.

Lillie-Mai Jackson yang baru berumur enam bulan menghidap penyakit meningitis atau keracunan darah semasa berumur 14 minggu, menyebabkan kedua kaki dan tangan kirinya terpaksa dipotong akibat serangan virus berbahaya itu.

Bayi comel bermata biru itu juga terpaksa bergantung dengan mesin bantuan pernafasan pada Januari lalu.

Walaupun pada mulanya doktor hanya memberikan Lillie-Mai tempoh dua jam untuk hidup tetapi kini bayi pasangan Belinda dan Rupert Jackson itu terus hidup dan sihat seperti bayi normal lain.

Bangkai Burung Misteri Bergigi Ditemukan di Iran

Adakah burung yang memiliki baris gigi di mulutnya? Sepengetahuan kita tidak ada. Tetapi, seekor bangkai burung misteri yang bergigi dilaporkan telah ditemukan di kota Meshginsharhr di barat laut daerahi Ardebil, Iran.

 Para penduduk  menemukan bangkai burung tersebut pada hari minggu 8 Mei 2011. Burung itu terlihat seperti baru mati beberapa hari kerana sisa-sisa bulunya masih bioleh terlihat dengan jelas. Demikian dilaporkan pejabat berita IRNA.



India Negara Pengirim Spam Terbesar Di Dunia

SERING menerima spam lewat email? Spam berfungsi menginfeksi komputer lewat kotak email. Namun negara manaj saya yang paling gemar mengirimkan spam?Dari hasil kajian yang dilakukan ICSA Labs sebuah organisasi pengujian independen, ditemukan 10 negara terbanyak pengirim spam.Data dari ICSA Labs pada akhir 2010 menunjukkan India, Rusia, Brazil dan Amerika Syarikat sebagai negara penyumbang spam terbesar. Nampaknya generasi spam cukup tersebar secara geografis.

Berikut ini daftar 10 negara yang relatif konsisten sebagai pengirim spam terbanyak, menurut data yang dikumpulkan ICSA Labs dari Januari 2010 hingga Ogos 2010.

1. India (290.022 pesan)

2. Brasil (275.311 pesan)

3. Amerika Syarikat (219.227 pesan)

4. Russia (202.229 pesan)

5. Vietnam (128.303 pesan)

6. Ukraine (99.767 pesan)

7. Korea Selatan (85.322 pesan)

8.England (69.565 pesan)

9. Indonesia (66.839 pesan)

10. Israel (59.359 pesan)

Telefon ini boleh dilipat seperti kertas

Dalam beberapa tahun ke depan, telefon dan tablet PC boleh dilipat seperti kertas dan boleh disimpan dalam beg duit. Ketika ini, prototipe perangkat ini sudah ada. Seperti apa?

Direktor Human Media Lab Roel Vertegaal di Queen’s Universiti akan mempamerkan prototipe perangkat yang diberi nama PaperPhone itu di konferensi Association of Computing Machinery’s Computer Human Interaction di Vancouver minggu depan.

“Ini masa depan. Semuanya akan tampak dan terasa seperti ini lima tahun mendatang,” katanya. Komputer ini tampak, terasa dan beroperasi seperti kertas kecil yang interaktif, lanjutnya. “Anda boleh berinteraksi dengan cara melipatnya guna mengubahnya menjadi telefon atau lembaran 'kertas' untuk menulis dengan ballpen”.

Tampilan PaperPhone merupakan layar tipis fleksibel berukuran 3,7 inci. Ketika dokumen boleh disimpan di layar yang lebih besar, pejabat-pejabat tak akan lagi membutuhkan kertas atau printer, ungkap Vertegaal.

“Pejabat tanpa kertas segera terwujud. Semuanya boleh disimpan secara digital dan Anda boleh menumpuk perangkat ini layaknya kertas biasa atau meletakkannya di sekitar meja,” imbuhnya.

Studi filem komputer tipis yang boleh dibengkokkan ini akan diterbitkan di konferensi itu. Selain telefonkertas, Vertegaal juga akan mempamerkan komputer gelang yang disebut Snaplet. Menarik bukan?

Arkib Blog

 
© borak kosong All Rights Reserved