Itik berkacamata

on 14 Mac 2011

Spectatle Eider atau Itik Berkacamata (Somateria fischeri) adalah itik laut yang besar, yang berkembang biak di pantai Alaska dan Siberia timur laut.



Buat pusingan 360' dengan kerusi roda


LETAK MAKLUMAT IKLAN

Awek-awek yang ditangkap kerana tanggalkan seluar dalam

Entah apa maksudnya, awek-awek cantik ini berbuat sesuatu yang nekad.Mereka melakukan aksi gila di tengah orang ramai. Mereka melnanggalakan seluar dalam, lalu diperlihatkan kepada  orang ynag di sekitarnya. Pihak polis kemudiannya menangkap mereka.




Professor cipta inhaler rasa cokelat


SAN FRANSISCO - Seorang profesor di University of Harvard berhasil menemukan cara mudah memakan cokelat tanpa khuatir rasa gemuk.

Penemuan yang dikatakan penciptanya sebagai makanan hirup pertama di dunia, memungkinkan pelanggan memakan coklat atau kopi dengan cara menyedutnya. Sang penemu mengungkapkan jika tabung seukuran lipstik bernama Le Whif itu dapat mengeluarkan makanan berukuran kecil, cukup kecil untuk menjadi udara, tapi terlalu besar untuk masuk ke paru-paru.

Le Whif  yang mirip dengan inhaler itu mengandung cukup rasa untuk dinikmati selama sekitar lapan sampai sepuluh semburan.

Inhaler tersebut tersedia dalam rasa cokelat, raspberry cokelat, cokelat mint serta rasa kopi, lengkap dengan satu dos kafein, setara dengan suntikan kecil espresso.

Temuan ini diciptakan oleh David Edwards, profesor teknik biomedis di Harvard University, dengan bantuan tukang masak dari Michelin bernama Thierry Marx.

"Le Whif tidak dirancang untuk menggantikan makanan, tetapi dapat digunakan untuk meningkatkan pengalaman makan, misalnya memungkinkan orang untuk mencuba berbagai masakan dari menu restoran sebelum memesan makanan mereka," ujar Edwards.

Produk ini dilancar di Paris dengan harapan 25.000 inhaler terjual dalam waktu satu bulan. Inhaler ini telah diedarkan di Perancis, Britain, dan di Amerika Syarikat. (srn)

Curi-curi solat lima waktu

REPUBLIKA.CO.ID,LONDON–”Orang tua saya selalu mengira saya tidak normal, bahkan sebelum saya menjadi seorang Muslim. Pada remaja awal saya, bila mereka  menemukan saya menonton TV pada Jumat malam maka mereka berkata, “Apa yang kamu lakukan di rumah? Apakah kau tidak punya teman untuk pergi keluar? ” Catherine Huntley, 21 tahun, berkisah masa lalunya.

Padahal, katanya,  yang benar adalah, “Saya tidak suka alkohol, saya belum pernah mencoba merokok, dan saya tidak tertarik pada anak laki-laki Inggris kebanyakan.” Ini berlangsung sejak dulu, sejak dia remaja.

Catherine adalah gadis pendiam. Dia juga cerdas. Baginya, ketimbang keluyuran tidak jelas, mendingan duduk di belakang laptop; berselancar di dunia maya. Hingga suatu hari, ia terpaku pada sebuah situs keislaman. Ia mencoba mencari tahu ke situs-situs lainnya. “Saya bisa menghabiskan waktu makan siang setiap membaca tentang Islam pada komputer. Damai di dalam hati saya dan tidak ada lagi yang lebih penting selain itu,” ujar asisten ritel yang tinggal di Bournemouth, Inggris ini.

Baginya, ajaran Islam sungguh memesona. Tak puas hanya berselancar, diapun mulai rajin mengoleksi buku-buku keislaman. Terjemah Alquran sudah dimilikinya sejak awal pertama berselancar dan menemukan damai  yang dimaksudnya. “Saya tidak pernah bertemu  seorang Muslim sebelumnya, jadi saya tidak punya prasangka,” ujarnya.

Suatu hari, ia mendiskusikan apa yang dibacanya dengan orangtuanya.  “Tetapi orangtua saya tidak begitu berpikiran terbuka. mereka ngeri dan berkata, ‘Kita akan membicarakannya bila nanti kau berusia 18 tahun,” ia mengisahkan.

Namun, gairah mempelajari Islam menyala-nyala dalam diri Catherine. Tak cukup membeli buku-buku keislaman, ia pun muklai mengoleksi baju-baju panjang dan kerudung. “Semua saya simpan rapi dalam laci,” tambahnya.

Ia pun mulai berpakaian lebih sederhana dan diam-diam berpuasa selama bulan Ramadhan. Ia mengaku seperti menjalani kehidupan ganda,  sampai suatu hari, ketika berumur 17 tahun, ia merasa tidak bisa menunggu lebih lama lagi. “Saya menyelinap keluar rumah, meletakkan jilbab saya dalam sebuah tas dan naik kereta ke Bournemouth. Tujuannya satu, saya akan berikrar sebagai seorang Muslim.”

Seminggu setelah bersyahadat, sang ibu datang ke kamarnya dan berkata,” Apakah kau punya sesuatu untuk dikabarkan padaku?” Dia menarik sertifikat mualaf dari sakunya. Bagi orangtuanya, mereka lebih suka menemukan hal lain pada saat itu – obat-obatan, rokok, kondom – tapi bukan sertifikat mualaf dan jilbab.

“Mereka hingga kini tidak bisa memahami mengapa saya  menyerahkan kebebasan saya demi sebuah agama asing. Mengapa saya ingin bergabung semua teroris dan pelaku bom bunuh diri,” ujarnya.

Namun, ia bertahan. Walau diakuinya, sangat sulit menjadi satu-satunya Muslim dalam keluarga pembenci Muslim, dan menempatkannya menjadi “musuh keluarga”. Dia mengaku melakukan shalat secara sembunyi-sembunyi, persis di depan pintu kamar, sehingga setidaknya, sang kakak akan terganjal saat ia mencoba masuk ke kamar. Atau, sang ibu tiba-tiba akan menjadi sangat aktif bicara saat dia sedang shalat, sehingga mau tak mau ia harus sering berhenti untuk menyahuti pertanyaannya.

Ia mulai tak nyaman ketika mereka terang-terangan menyatakan ketidaksukaannya pada Islam. Misalnya saja, saat membaca tulisan tentang cadar di koran, ibunya berkata, “tak lama lagi Catherine akan menjadi seperti itu.”

Puncaknya, saat sang kakak mengolok-olok perempuan Muslim yang  selalu berjalan tiga langkah di belakang suaminya.  “Mendapat ini saya benar-benar marah, karena itu  budaya, bukan agama. Tunangan saya, yang saya temui delapan bulan lalu, dari Afghanistan dan ia percaya bahwa seorang wanita Muslim adalah mutiara dan suaminya adalah kerang yang melindungi dia.”

Ia pun memutuskan keluar dari rumah itu.

Kini, Catherine tengah bersiap menikah. Dia mengundang keluarganya, tapi tak banyak berharap mereka akan datang.” Sungguh menyakitkan berpikir saya tidak akan pernah memiliki pernikahan seperti dalam dongeng, dikelilingi oleh keluarga saya. Tapi saya berharap hidup baru saya dengan suami saya akan jauh lebih bahagia. Aku akan membuat rumah yang sejuk dan damai,  tanpa harus merasakan sakit orang menilai saya.”

Seorang Nenek Selamat dari Tsunami Jepun

INILAH.COM, Miyagi – Seorang Nenek berhasil selamat dari terjangan Gelombang Tsunami, di Miyagi, Jepun.

Setelah terjebak di dalam kabin kereta selama 20 jam, nenek renta ini berhasil diselamatkan petugas tentara nasional Jepun.

Nenek ini berada seorang diri dalam kabin kereta, dengan keadaani sangat lemah saat dievakuasi.

Tubuhnya lemas dan tidak berdaya saat berusaha dikeluarkan dari kereta yang ditumpanginya, seperti ditayangkan sebuah stesen televisyen swasta nasional.

Kereta yang ditumpangi nenek renta ini bermuara di reruntuhan bangunan dan tumpukan sampah, Saat air masih menggenang. Warga yang melihat adanya mangsa dalam kereta tersebut, lansung direspon oleh tentara untuk menyelamatkan mngsa

Sekitar puluhan korban lainnya yang tergulung gelombang air laut ini,  hilang dan masih dalam pencarian.

Sembuhkan Penyakit Jantung dengan Lintah

VIVAnews - Ada pengobatan alternatif bagi pengidap sakit jantung. Terapi lintah atau hirudinea memberi harapan baru bagi kesembuhan penderita penyakit kardiovaskuler.

Lintah dan pacet (leech) adalah haiwan yang tergabung dalam filum Annelida subkelas Hirudinea yang dikenal sebagai karnivor dan penghisap darah. Namun, di tangan terapis Alie Ahmad, haiwan ini berubah menjadi ubat penyakit jantung.

Keampuhan terapinya makin tokcer disandingkan dengan pengobatan herbal.
Alie mengatakan, pembuluh darah manusia sebenarnya fleskibel. Namun, kolesterol, lemak dan kalsium membuat pembuluh darah menyempit, tersumbat atau terjadi pembekuan darah.

Lintah memiliki antikoagulan yang membuat darah tak mudah pecah atau menggumpal. Dua-tiga ekor lintah yang diletakkan pada dada sebelah kiri selama 30 minit akan menghisap lendir dan darah yang menyumbat pembuluh darah sehingga peredaran darah kembali lancar. Selain terapi lintah,

Pesakit akan memperoleh herbal racikannya sendiri. “Sebotol herbal dipakai selama 3,5 hari dan diminum selama dua bulan,” katanya kepada VIVAnews di tempat prakteknya di Ruko Mal Seasons City, Jakarta Barat.

Untuk bahan herbal, terapis yang telah memulai kliniknya sejak 2000 ini mendatangkan langsung dari China. Kemudian, ia sendiri yang meracik sesuai tingkat kebutuhan para pasiennya.

Itu pula sebabnya Alie tak punya klinik cabang selain di rukonya Herbalnya hanya bisa bertahan 7-8 jam dalam suhu ruang sehingga harus selalu dalam lemari pendingin. Bagi pasien yang berkonsultasi lewat telepon atau dari daerah yang jauh, herbal akan diterbangkan dalam keadaan beku atau kering ke tempat tujuan.

Dengan pengawasan yang ketat, Alie menjamin kesembuhan 9 dari 10 pasien yang datang. ” Sejak awal kami melihat apakah pasien masih dapat sembuh atau tidak. Kalau memang sulit, saya akan menolaknya karena ada jaminan,” ujar terapis yang memulai kliniknya di Medan.

Berdasarkan pengalamannya, Ali menyatakan mampu menyembuhkan penyakit kardiovaskuler antara lain jantung koroner, jantung bengkak, jantung panas, kebocoran jantung, gangguan katup jantung, gangguan arus listrik katup jantung, gangguan irama jantung, lemah jantung, penyempitan pembuluh darah jantung, penyumbatan pembuluh darah jantung, penyumbatan serabut koroner jantung.

Alie menyebut pasien-pasiennya berasal dari berbagai kalangan termasuk kepala daerah dari seluruh Indonesia, anggota legislatif, bahkan kalangan penyembuh pun datang ke tempatnya. Dia pun melayani pasien yang berasal dari luar negeri seperti Jepang, Korea, Singapura hingga Amerika Serikat. Alie mempersilakan pasien yang tetap minum obat dari dokter. “Dengan syarat diminum sejam sebelum minum obat herbal,” ia mengimbuhkan.

Memang, sekali terapi di tempat ini tak murah. Sekali terapi lintah dengan dua botol herbal untuk seminggu, pasien harus mengeluarkan uang Rp3,9 juta. Namun ia menjamin setelah 16 kali terapi, pasiennya telah dapat hidup normal.

Seorang pasien, Wilmar, mengaku baru sekali menjalani terapi telah merasakan manfaatnya. Rasa dingin pada tangan dan lemas pada kaki telah hilang. Dia pun dapat tidur nyenyak di malam hari. “Makanya saya optimis dapat sembuh di sini,” katanya. Dari hasil pemeriksaan labolatorium, ia dideteksi mengalami gangguan pada jantung yang membengkak.

Lain pula Rismat Tarigan. Pria 60 tahun divonis dokter untuk menjalani operasi bypass. Namun ia memilih untuk menjalani pengobatan alternatif lebih dulu. “Saya sebelumnya punya diabetes dan hepertensi. Saya ingin mencoba terapi ini daripada dioperasi.” Dan, ia merasa lebih enak meski baru menjalani terapi sekali.

Alie menyarankan ada beberapa makanan yang sebaiknya tidak dikonsumsi penderita jantung yaitu garam, kopi dan terutama daging kambing. Makanan tersebut akan menyebabkan pembuluh darah terganggu.

Bekas paderi Katolik yang memeluk Islam

LONDON (voa-islam.com): Seorang paderi Katolik yang menjadi mualaf berbicara tentang alasannya untuk berganti kepercayaan.

Bekas paderi itu bernama Idris Tawfiq, seorang pembicara tamu di acara Pekan Islam di universiti Cambridge, acara ini bertujuan untuk meningkatkan kesedaran dan mengangkat toleransi.

Tawfiq mengatakan: “Ini bukan saya yang pergi untuk mencari Islam. Tapi Islam yang datang mencari saya.”

“Saya menyukai kehidupan saya sebelumnya dan pekerjaan saya, tapi sekarang saya sudah menemukan kedamaian yang saya tidak pernah dapat sebelumnya.”

Tawfiq menjelaskan bahawa dia membuat keputusan untuk meninggalkan dunia pendeta setelah menyedari betapa kesepiannya dia.

“Saya meninggalkan pekerjaan saya, tapi bukan agama Katolik,” katanya.

Tawfiq mengatakan, dia tinggal di Inggris selama 40 tahun dan memiliki pandangan stereotip terhadap Muslim.

Tapi ketika bercuti di Mesir dia bertemu dan berteman dengan banyak orang Muslim, dan ia mengatakan bahwa ia mulai menyedari bahwa persepsinya tentang Islam selama ini adalah salah.

“Keyakinan Kristian saya perlahan-lahan mulai menjauh dan Islam menjadi lebih dan lebih penting.”

“Saya meninggalkan kependetaan Katolik saya, tidak ada kekerasan dalam Islam, ini benar-benar sangat indah, sangat lembut dan manis,” tambahnya.

Tawfiq  sekarang tinggal di Mesir, dan berspekulasi tentang masa depan negara ini setelah jatuhnya Hosni Mubarak, ia mengatakan: “Satu hal yang diajarkan oleh Islam, bahawa jangan pernah terkejut dengan apa yang ditawarkan oleh kehidupan.”

“Siapa yang boleh membayangkan, tiga minggu lalu bahwa seorang yang telah memerintah negara selama 30 tahun kemudian tidak lagi berkuasa sekarang?” ia bertanya.

“Ini memberi saya harapan besar bahawa ketika kita berfikir kita tidak boleh melakukan segala sesuatu, oleh Allah kita akan dikurniakan sesuatu yang boleh kita lakukan,” tutupnya.

Gadis terpedaya dengan ayat power datuk 63 tahun seorang penoreh getah

Berhati-hati jangan sampai tertipu dan terpedaya..
saya petik dari myMetro

KULIM: Menggunakan umpan tersalah mendail nombor telefon, seorang remaja perempuan berusia 18 tahun melalui detik mencemaskan apabila mendakwa dinikahkan dengan pemilik nombor telefon berkenaan dalam tempoh perkenalan hanya kira-kira lima bulan.

Lebih mengejutkan, ‘suami’ yang mendakwa lelaki kacak berusia 30 tahun dan bekerja sebagai pegawai bank itu seorang datuk berusia 63 tahun yang juga penoreh getah.

Bagaimanapun, remaja itu yang bekerja di sebuah pasar raya, dekat sini, ‘bernasib baik’ kerana ketika dinikahkan kononnya di sebuah pejabat agama di Thailand, dia dalam keadaan ‘uzur’ menyebabkan suaminya terpaksa menyimpan hajat menjamah tubuh gadis itu untuk sementara waktu.

Begitupun, selepas empat hari bernikah, remaja terbabit menyatakan hasrat berpisah dengan suaminya sebelum membuat laporan polis dan jabatan agama.

Ketika mendedahkan pengalamannya, remaja yang mahu dikenali sebagai Lis berkata, dia berkenalan dengan warga emas terbabit Oktober lalu apabila lelaki itu mendakwa tersilap mendial nombor telefonnya.

Bermula saat itu, katanya, lelaki terbabit kerap menghantar SMS serta berbual dengannya walaupun mereka tidak pernah berjumpa.

 Menurutnya, sejak berkenalan, lelaki itu kerap menambah nilai kredit telefon bimbitnya selain memasukkan wang ke akaun adiknya untuk kegunaan termasuk membeli-belah.

“Dia kerap tambah nilai telefon saya selain memasukkan wang ke dalam akaun adik untuk kegunaan saya dan memberitahu dia berusia 30-an, masih bujang dan bekerja sebagai pegawai bank.

 “Beberapa minggu lalu, kami membuat keputusan untuk berjumpa di stesen bas dekat sini. Sebaik saya tiba, lelaki itu bersama rakannya membawa saya ke Thailand untuk bernikah,” katanya.


Lis berkata, selepas empat hari bernikah dia berasa tidak sedap hati sebelum meluahkan hasrat tidak puas hati terhadap perkahwinannya dan minta berpisah.


“Saya bingung bagaimana proses pernikahan itu berlaku dan kerana tidak puas hati saya membuat laporan di Balai Polis Kulim kerana rasa tertipu dan mungkin dipukau,” katanya ketika ditemui di Balai Polis Kulim pada 7 Mac lalu.

Sementara itu, lelaki terbabit yang enggan dikenali berkata, dia tertarik dengan remaja itu yang pandai mengambil hati selain suka mendengar suaranya.

Menurutnya, sepanjang proses pernikahan dengan remaja itu, tidak berlaku sebarang paksaan, malah semua dokumen berkaitan ada dalam simpanannya.

“Saya menikahinya di Thailand dan memiliki semua dokumen yang diperlukan, malah ketika bernikah tidak berlaku sebarang paksaan. “Sejak menikahinya kami tidak pernah bersama kerana dia datang bulan,” katanya.

Warga emas itu berkata, dia mempunyai anak berusia tujuh bulan hingga 30 tahun dan remaja itu isteri keduanya.

Menurutnya, dia sudah bernikah empat kali, tetapi tidak kekal lama dan bercerai.

Ketua Polis Daerah Kulim, Superintendan Ghuzlan Salleh, berkata pihaknya menyerahkan kepada Pejabat Agama Daerah Kulim (PADK) untuk memastikan kesahihan status perkahwinan pasangan itu.

Sementara itu, jurucakap PADK berkata, pihaknya akan menjalankan siasatan lanjut sebelum mengambil tindakan susulan.

Datuk Selamat dari Tsunami Setelah 2 Hari Terapung

TOKYO - Ada saja keajaiban di sebalik bencana. Seperti yang dialami seorang warga Jepun yang disapu tsunami hingga 15 kilometer ke lautan. Namun, dia berhasil diselamatkan.

Pasukan Pertahanan Maritim Jepun menolong Hiromitsu Shinkawa, datuk berusia 60 tahun yang mengambang dengan berpegangan pada sepotong atap di perairan Prefektur Fukushima selama dua hari setelah tsunami.

lelaki itu berasal dari Minasoma. Dia tersapu gelombang tsunami ketika berada di rumahnya.

Dia dalam keadaan sedar dan keadaannya baik setelah diselamatkan. Penyelamat berlangsung pada pukul 12.40 waktu setempat. Dia kemudian dibawa ke hospitalmenggunakan helikopter.

“Saya berlari ketika tahu tsunami akan datang,” tutur Shinkawa seperti dikutip AFP, Minggu (13/3/2011).

“Namun saya terbawa air ketika saya kembali ke rumah untuk mengambil sesuatu. Saya selamat keraa saya berpegangan pada atap rumah saya,” cerita Shinkawa.

Pemerintah Jepun mengatakan,  1.000 orang tewas dalam bencana gempa dan tsunami. Sementara polis memperkirakan 215 ribu orang berada di penampungan darurat.

Arkib Blog

 
© borak kosong All Rights Reserved