Bateri dapat dicaj semula dengan menjemurnya

on 08 Mac 2011

Zaman dulu banyak orang yang menjemur baterinya jika sudah mula lemah atau habis dipakai agar dapat dipakai lagi. Namun, hasilnya mungkin hanya sementara. Menjemur bateri di bawah terik matahari cuma boleh tahan untuk memang  kerana hanya mengeringkan karbon yang mulai lembab.

Namun, di masa depan, menjemur di terik matahari mungkin memang cara untuk mengecaj semula bateri. Sebuah pasukan peyelidikan membuat  bateri yang dayanya dapat dicaj ulang dengan sinar matahari. Inovator di balik teknologi ini, Yung-Hsaing Chang, Ming-Shien Lin, dan Chang-Ting Lu, menyebut konsep mereka "Light Catcher" dan ketika ini mereka telah siap dengan prototypenya.

Baterai "Light Catcher" merupakan bateri fotoelektronik yang dibangun dari sel surya antireflektif yang menyerap energi dari sinar matahari. Sel dilindungi oleh bungkus transparan agar sinar matahari boleh masuk. "Jadi kalau kuasanya habis, tinggalkan saja di bawah sinar matahari ," sebuah artikel di Yanko Design menjelaskan.

Ptototype bateri tersedia dalam ukuran AA dan AAA. Keduanya sudah dapat digunakan pada sebahagian besar alat elektronik. Bateri ini juga bolehmemberikan tenaga elektrik pada alat elektronik lewat colokan 3,5mm.

Pembuatan bateri ini membuktikan kalau teknologi tenaga suria tidak hanya menggunakan panel besar seperti yang terpasang di atap-atap rumah atau tempat industri. Teknologi yang lebih maju ketikat ini membuat teknologi tenaga suria boleh diperkecil dan digunakan pada berbagai produk rumah tangga.

Bateri ini pun sebetulnya bukan produk kecil pertama yang menggunakan tenaga suria. Tahun lalu, Sanyo mendapat penghargaan IF Design dalam acara konferensi teknologi CeBIT kerana berhasil mengembangkan lampu dan pengisi daya USB tenaga suria. Light Catcher ini pun merupakan salah satu entri dalam penghargaan IF Design.

Meskipun demikian, produk bertenaga suria berukuran kecil masih belum dapat memenuhi kebutuhan alat-alat portabel  energi, seperti laptop dan telefon pintar. Tetapi, inovasi-inovasi teknologi belakangan ini cukup menjanjikan. (National Geographic Indonesia/Alex Pangestu)

Rumah ini diangkat oleh belon

 Filem yang mengisahkan cerita orang tua dan anak kecil yang  ke Amerika Selatan dalam sebuah rumah yang diterbangkan oleh balon.

Idea rumah yang boleh diangkat oleh balon di filem ini cuoba diwujudkan oleh pasukan National Geographic. Benarkah ratusan balon boleh mengangkat sebuah rumah dengan beberapa orang di dalamnya? Ternyata boleh!

Menggunakan 300 balon helium, mereka berhasil mengangkat sebuah rumah setinggi 10 ribu kaki (atau 10 tingkat) selama sejam. Namun, rumah yang diangkat ini bukanlah rumah batu, melainkan rumah ringan yang terdiri dari papan.

Tapi uji coba ini sudah menggembirakan para kru. Produser eksekutif Ben Bowie mengatakan, tadinya pasukan merasa ragu kemampuan belon mengangkat sebuah rumah.. Ternyata boleh dan itu mengejutkan semua orang.




Wah!! Anjing pun ada Facebook

TEMPO Interaktif, California –Kerana gembiranya memiliki seekor anak anjing, Mark Zuckerberg membuatkannya akuan Facebook. Baru-baru ini, bersama dengan kekasihnya, Priscilla Chan, Zuckerberg memelihara seekor anjing berusia dua bulan yang diberi nama Beast.

“Saya adalah jenis anjing gembala Hungaria,” tulis Zuckerberg di biografi Beast. “Saya lahir di Grants Pass, Oregon dan sekarang tinggal di Palo Alto dengan Mark dan Cilla.”


Di halaman profil, Zuckerberg juga mengatakan anjing berbulu halus itu sangat suka dipeluk, diperhatikan, dan makan. Munculnya akaun anjing peliharaan Zuckerberg ini langsung disambut 3.500 penggemar yang kebanyakan adalah para penyayang binatang.


Beast yang merupakan jenis anjing Puli dikenal sangat cerdas. Anjing ini bergerak cepat, tangkas, dan mampu meniru. Anjing Puli biasanya digunakan untuk menjaga ternak atau sebagai anjing polis kerana sangat protektif. Anjing Puli juga sangat perasa, romantis, dan berani.

Pada halaman tersebut, Zuckerberg juga menampilkan fotonya sedang bermain dengan Beast.

Hospital Tahan Ibu & Anak kerana Tak Mampu Bayar Kos Persalinan


MEDAN, RIMANEWS- Akibat tidak sanggup membayar kos persalinan, Evi Hailani dan bayinya yang masih berusia 8 hari, ditahan pihak Hospital  Bahagia, Jl Bahagia By Pass Medan hingga Isnin(7/3/2011) malam. Pihak hospital tidak mengizinkan Evi membawa bayinya pulang ke rumahnya di Jl Air Bersih, Kecamatan Medan Kota, Sumatera Utara (Sumut), sebelum membayar semua kos persalinan.

Penahanan itu terjadi setelah Evi melahirkan bayi pertamanya melalui pembedahan, Minggu (27/2/2011) lalu. Tiga hari setelah melahirkan, pihak hospital meminta bayaran kos  persalinan sebanyak Rp 3.2 juta. Namun keluarga Evi tidak memiliki wang cukup.

Untuk itu Evi membawa anaknya keluar secara diam-diam, pihak hospital sempat memasang palang besi di depan ruang bilik Evi.

Lebih malang lagi, kos perawatan Evi dan bayinya terus naik menjadi Rp 3,5 juta kerana dikenakan bayaran bilik. Bayaran itu akan terus bertambah hingga Evi membayar kesemua kos pembedahan itu dan keluar dari hospital.

Menurut Evi, pihak keluarga telah meminta kemudahan kepada pihak RS Bahagia dengan cara membayar secara ansuran namun pihak pengurusan hospital menolak dengan alasan tidak ada jaminan apa pun.

“Kami sudah minta keringanan membayar biaya persalinan dengan cara membayar secara ansuran namun pihak hospital menolak. Bagaimana kami boleh bayar, wang kami tidak ada,” kata Evi.

Ayah sang bayi, Rusli berharap, pihak hospital mengizinkan isteri dan anaknya pulang ke rumah secepatnya, kerana tidak sanggup membayar wang bilik dan perawatan lainnya yang terus bertambah setiap hari.

“Tidak ada yang boleh kami buat jadi jaminan. Apa pun kami tidak punya.  Kadang kerja, kadang nganggur,” kata Rusli sedih.

Sementara pihak Hospital Bahagia sendiri enggan memberikan komen dengan dalih tuan punya hospital sedang berada diluar kota. Namun doktor yang melakukan perawatan, Aidil mengatakan, Evi dan bayinya dalam keadaan sihat.

“Ibu dan bayinya sihat. Tapi soal penahanan pesakit yang belum membayar kos perawatan, saya tidak mahu komen Langsung saja kepada tuan punya hospital,” kata Aidil.

Guru beri pujian kepada muridnya di Facebook supaya dapat berhubungan seks

TRIBUNNEWS.COM - Seorang guru menggoda gadis berusia 15 tahun agar dapat berhubungan seks dengan memberikan pujian di Facebook.

Guru bernama Anthony Dockerty (40) yang mengajar di Winifred Holtby School, Hull, England, menggunakan kokain, viagra, dan menggunakan jabatannya untuk melakukan kejahatan. "Kamu sangat pintar di sekolah. Kamu lebih dewasa dari siswi lain," demikian isi satu dari pesannya di Facebook ke gadis tersebut.

"Rambut kamu cantik," demikian pujian disampaikannya di lain waktu. Dia juga menanyakan ukuran bra si gadis dan membelikan pakaian dalam. Dockerty yang mengakui melakukan semua kejahatan itu menghadapi tuduhan serius kerana melakukan pemerkosaan dan menyerang dua gadis lain, umur 15-16.

Dia ditangkap polis setelah pihak polis menanyakan kegiatannya setelah sejumlah komen dibuatnya di Facebook.

150 Berbasikal Dalam Keadaan Bogel Hebohkan Melbourne

TEMPO Interaktif, Melbourne - Lebih dari 150 orang berbasikal menggemparkan Melbourne, Australia, kelmarin (6/3). Pasalnya, para peserta tersebut tampil tanpa berpakaian sebagai tunjuk rasa menyokong aktiviti berbasikal.

Mereka sekaligus merayakan acara tahunan dengan nama Naked Bike Ride. Peserta itu mengayuh sbasikal mereka sepanjang 10 kilometer dari Edinburgh Gardens di North Fitzroy ke jalan-jalan utama kota Melbourne.

Pengurus penyelenggara acara Heidi Hill mengatakan aksi itu sebagai tunjuk rasa mendokong aktiviti berbasikal serta mendukung kegiatan lingkungan hidup, dan perdamaian.

Menurut Hill, itu dilakukan untuk menarik perhatian masyarakat terhadap isu kegiatan berbasikal, lingkungan hidup, dan perdamaian. “Saya rasa orang-orang akan tertarik dan senang melihat banyak orang yang bersenang-senang,” ujar Hill.

Hill mengatakan tubuh para peserta tanpa pakaian tersebut juga dicoret dengan tulisan berupa slogan-slogan. “Slogan-slogan tahun ini fantastis. Slogannya cukup politis,” kata Hill.

“Ada yang menyorot soal keadaan di Libya. Ada juga soal Berlusconi. Majoriti soal kebebasan dan aktiviti bersepeda seperti, ‘Tolong berbasikal dengan aman’ dan ‘cinta basikal’,” ujar Hil

Cicak Berkepala Dua Menetas di Tuban

BANJARMASINPOST.CO.ID, TUBAN - Seekor cicak berkepala dua ditemukan di rumah Nafsiah (52) warga Desa Kajongan, Kecamatan Jenu, Tuban.

Khabar penemuan binatang aneh ini pun dalam sekejap telah tersebar dari mulut ke mulut di permukiman penduduk sebelah barat Kota Tuban itu. Rumah Nafsiah dibanjiri orang ramai yang ingin menyaksikan penemuan haiwan aneh tersebut, Minggu (3/6/2011).

"Ketika awal melihat cicak ini, saya sendiri juga tidak percaya. Tapi, setelah saya perhatikan seksama, memang seperti inilah keadaannya,” ujar Nafsiah yang ditemui di rumahnya. Bentuk cicak ini tidak jauh beza dengan cicak pada umumnya, selain memiliki dua kepala.

Video Wanita Bunuh Kucing Heboh di Facebook


INILAH.COM, Malaysia – Seorang wanita mendapat nama buruk akibat video dirinya sedang membunuh kucing ditayangkan di Facebook. Setelah diketahui, wanita itu tertekan kerana orang tuanya bercerai.

“Saya tak boleh mengendalikan emosi, tapi saya menyedari hal itu merupakan kesalahan besar setelah menontonnya sendiri,” kata Chow Xiao Wei yang bertindak kejam pada kucing itu.

Chow (20) menyesali perbuatannya dan siap atas konsekuensi yang ada. Ia juga bersedia melakukan layanan masyarakat bersama Perkumpulan Pencegah Kekejaman terhadap Haiwan (SPCA). Video berdurasi lima minit itu diunggah ke Facebook, pekan lalu.

Video itu menampilakan seseorang bertopi memukul anak kucing menggunakan payung, kemudian menginjak dan menendangnya hingga mati. Setelah video itu heboh di internet, rakan Chow mengenali video itu dan mem-posting nama dan nombor telepon Chow di internet. Chow pun mulai menerima SMS ancaman dan peringatan di Facebook miliknya.

Kerana takut, dia pun mengundurkan diri dari pekerjaannya sebagai pembantu penjualan dan membuat laporan ke polis. Chow menyatakan, ketika itu dia tertekan kerana orang tuanya telah bercerai.

“Tolong beri anakku kesempatan kedua,” kata ibu Chow, Cheong Poh Ling, memohon.

Arkib Blog

 
© borak kosong All Rights Reserved