Remaja 15 Tahun Pertama Gunakan Jantung Robot

on 26 Februari 2011

 Seorang remaja berusia 15 tahun menjadi remaja pertama di dunia yang di dalam tubuhnya berhasil ditanam jantung robot.

Remaja yang tak disebutkabn namanya ini menjalani 10 jam pembedahan dan akan sembuh dalam pengawasan intensif.

Remaja ini memiliki penyakit sindrom Duchenne di mana membuat remaja ini tak memenuhi syarat untuk cangkok jantung.

Remaja ini hampir meninggal ketika doktor bedah memutuskan menyelamatkan dia menggunakan jantung robot.

Antonio Amodeo merupakan dokter yang memimpin jalannya operasi tersebut di rumah sakit anak Bambino Gesu di Roma, dilaporkan dari Daily Mail.

Pejabat mengatakan jantung robot ini diharapkan dapat memberi remaja ini ‘kehidupan normal’ selama 20-25 tahun ke depan.

Amodeo mengatakan jantung robot ini memiliki panjang 2,5 inci (6,7 cm) dan ditempatkan di dalam  jantung yang terhubung aorta.

“Alat ini diaktifkan menggunakan pam hidrolik dan sepenuhnya berada di dalam Thorax untuk mengurangi risiko infeksi,” kata dokter tersebut.

“Jantung robot ini terhubung dengan baterai yang berada di belakang telinga pasien dan diisi ulang pada malam hari seperti ponsel,” tambahnya.

Jantung robot ini merupakan alat pertama yang ditanamkan dalam tubuh orang dan diharapkan dapat meningkatkan kualiti hidup pesakit meskipun sedang menderita sindrom Duchenne

Seorang pengemis jumpa anaknya kembali melalui twitter

INILAH.COM.-Seorang pengemis yang hidup di New York berhasil bertemu dengan anak perempuannya yang tidak pernah ditemui selama 11 tahun. Ini berkat Twitter.

Daniel Morales diberikan telefon tangan prabayar untuk membuat akaun Twitter, sebagai bahagian dari projek Underhead untuk peningkatan kualiti hidup pengemis di New York. Tiga minggu setelah projek tersebut,lelaki berusia 58 tahun ini memutuskan memanfaatkan jejaring sosial itu untuk menemukan anak perempuannya, Sarah Rivera, 27 tahun.

Daniel Morales dan Sarah Rivera tidak pernah bertemu sejak 11 tahun lalu. New York Daily News melaporkan Morales menaruh nomor telefon, nama dan foto dari anak perempuannya ketika berusia 16 tahun. Selanjutnya, Sarah Rivera mengubungi ayahnya.

Morales mengaku sangat bahagia. Anaknya yang tinggal di Brooklyn juga menganggap keberadaan jejaring sosial sangat menakjubkan.

Wanita Temukan Buaya di Balik Sofa Bersama Anaknya

TRIBUNNEWS.COM, BRAZIL - Setelah banjir surut, seorang wanita di Brazil terkejut ketika di ruang tamu rumahnya ditemukan buaya dengan panjang 1,5 meter sedang berbaring didekat anaknya yang baru berusia tiga tahun

Anaknya tersebut tanpa disedari sang ibu telah memainkan kepala buaya tersebut. Reptilia ini diduga dibawa oleh banjir .

Menurut Luiz Claudio Farias, seorang ketua bomba di kota Parauapebas, ketika itu sang ibu berniat pergi dari rumahnya dan membersihkan rumahnya esok hari. Kemudia dia melihat anaknya sedang bermain dengan sesuatu di balik sofa. Ketika dilihat ternyata anaknya tersebut sedang bermain dengan seekor buaya.

"Dia merebut anak itu, lalu pergi dan memanggil bomba," kata Farias seperti yang dikutip dari telegraph.co.uk.

Beruntung buaya tersebut tidak  kelaparan. Menurut Farias,jika buaya tersebut tengah lapar, tentu sianak kecil itu telah dibahamnya.

"Jika ia (buaya) lapar, ia boleh membuat anak itu terluka parah atau bahkan dibunuh," ungkapnya.

Petugas bomba kemudian menangkap dan membawa buaya tersebut ke tempat hutan terdekat dan membebaskannya.

"Kota-kota di wilayah ini dibangun sangat dekat sungai dan hutan hujan, sehingga sering melihat haiwan seperti buaya dan ular masuk ke rumah-rumah penduduk," kata Farias.

Biar anak mati ,janji dapat main game

Entah ap yang difikirkan oleh kedua
mak bapak budak ni....
saya petik dari myMetro

TAIPEI: Pasangan rakyat Taiwan didakwa membiarkan bayi mereka mati kebuluran berikutan terlalu obses dengan permainan dalam talian hingga lupa untuk memberi makan bayi itu secara teratur, kata polis, semalam.

Bayi berusia setahun itu mempunyai berat empat kilogram atau separuh berat bayi seusianya ketika pasangan terbabit melaporkan kematiannya awal minggu ini.


Menurut akhbar harian Apple Daily, polis menemui bayi perempuan itu hanya tinggal tulang dan kulit dengan mata yang cengkung di katilnya bersebelahan skrin komputer dengan laman permaianan dalam talian masih terpasang. Pendakwa raya akan menyiasat mengenai punca kematian bayi itu dan akan memastikan sama ada ibu bapanya yang berusia awal 20-an itu bertanggungjawab atas kematian bayi malang itu.


Mereka menghadapi hukuman penjara dua tahun jika didapati bersalah atas dakwaan itu. - AFP

Budak 7 tahun bertubuh magnetik

TEMPO Interaktif, Bogdan menjadi perhatian dunia. Kanak-kanak 7 tahun berasal Serbia ini memiliki tubuh seperti magnet. Sudu, garpu, pisau bahkan mikrofon boleh melekat di badannya.
Sebelum terkenal dan menjadi berita di televisyen, keluarga Bogdan mengatakan bahawa ada anggota keluarganya yang memiliki kemampuan unik: bertubuh magnetik.


Reporter MSNBC.com, Al Stirrett lalu mennghubunginya dan membuktikannya sendiri. Bogdan diminta menanggalkan pakaian dan benar saja, barang-barang yang mengandung besi boleh melekat di tubuhnya.
Menurut keluarga Bogdan, budak ajaib ini memiliki kemampuan magnetik sejak lahir. Benda-benda itu baru bioleh lepas dari tubuh Bogdan jika dia memindahkan sendiri dengan tangannya.
Uniknya lagi, bukan hanya besi yang boleh melekat di tubuh Bogdan. Piring dan mangkok Cina pun boleh. Piring dan mangkok yang ditaruh di dada Bogdan sama sekali tidak jatuh.


Selama ini, keluarga Bogdan melarangnya untuk dekat-dekat dengan benda-benda elektrikk, seperti televisyen dan komputer, sebab tubuh magnetisnya boleh membuat televisyen atau komputer rosak. Tapi khabar baiknya dia tidak akan pernah kesulitan mencari remote TV.

Kasih bapa sanggup gadai nyawa melawan buaya 3m demi anak

imageEddie Sigai (37th) selalu menemani kedua putrinya Jennifer (17) dan Monica (12) setiap kali berenang di sebuah sungai di daerah Weipa, pinggiran kota Queensland, Australia. Berenang di sungai tersebut merupakan kegiatan yang sudah selalu mereka lakukan sebelumnya tanpa ada masalah.
Namun hari Sabtu lalu (12 Feb) adalah hari nahas buat Eddie. Ketika mereka asyik berenang selama hampir 3 jam, tiba-tiba ada sesuatu yang menggigit tangan kirinya dan menariknya ke dalam air. Buaya!
Dari sinilah awal cerita bagaimana ayah kepada dua anak perempuan ini menyabung nyawa melawan buaya 3 meter demi menyelamatkan anak-anaknya.

image

Mengetahui bahaya datang, Eddie berteriak menyuruh kedua anaknya keluar dari air. Sementara dia harus berjuang melepaskan diri dari pautan si raja sungai. "Saya fikir saya akan mati," Eddie menceritakan pengalamannya. "Yang ada di benak saya adalah keselamatan kedua anak saya. Dan ini memberi saya tenaga ekstra untuk melawan buaya itu."

image

Jennifer dan Monica hanya boleh berteriak dari kejauhan, berharap ada orang lain yang datang membantu. Tapi kebetulan di sana hanya ada mereka bertiga. "10 menit berasa lama sekali! Sempat saya mengingat program dokumenter di televisyen bagaimana seorang pawang buaya menyelamatkan diri dengan melukai matanya. Akhirnya saya berusaha mencari matanya dan mencolok sekeras-kerasnya sambil menarik tangan kiri dari gigitannya."
Eddie yang oleh teman-temannya dijuluki 'Crocky Balboa', berhasil lepas dan berlari ketepian menuju ke kereta Jennifer yang sesungguhnya belum boleh memandu akhirnya mampu membawa ayahnya ke hospital umum Weipa meskipun dengan menggunakan gear 2 di sepanjang perjalanan.

image

Buaya ini memberi Eddie kenang-kenangan bekas gigitan di tangan kiri dan luka cukup dalam di bahagian punggung yang membuatnya harus duduk di wad  selama 2 hari.

Arkib Blog

 
© borak kosong All Rights Reserved