Topping Pizza Paling WOW!



Sumber 

Anak 2 Tahun Ini Meninggal Kerana Diberi Ganja Oleh Orang Tuanya

Unic29 - Bocah 2 Tahun
Seorang ayah dan ibu seharusnya menjadi pelindung bagi anak-anaknya, terlebih lagi masih kecil. Perilaku ayah dan ibu pecandu ini sangat menyedihkan, balita mereka meninggal kerana overdoseheroin. Parahnya, heroin itu diberikan oleh ayah sang anak.
Dilansir dari situs vemale, Daniel Jones,anak berusia 23 bulan meninggal dunia kerana mengalami overdosis heroin. Pemeriksaan ampel rambut balita malang tersebut mengandung beberapa zat yang ada dalam obat-obatan terlarang, misalnya ganja, opium, amfetamin dan kokain. Semua zat itu bahkan dapat membunuh orang dewasa.
Boleh dikatakan, Daniel adalah korban paling muda akibat overdosis obat-obatan terlarang. Tentu saja bukan kemauan Daniel untuk mengonsumsi obat-obatan terlarang itu. Sang ayah, Simon Jones, 30 tahun, mengaku membunuh anaknya dengan cara memberikan heroin dos tinggi.

Daniel Jones dan orang tuanya (c) Mirror.co.uk
Sedangkan ibu sang anakEmma Bradburn, 34 tahun, mengaku tahu akan hal tersebut dan membiarkan balitanya dicekoki heroin oleh suaminya. Pihak pengadilan, Roger Blezzard mengatakan, “Mereka membuat sang anak overdosis heroin, yang menyebabkan kematian,”
Tetangga mereka, Natalie Baker, 38 tahun mengatakan bahwa dia sering mencium aroma ganja dan obat-obatan dari rumah pasangan Simon Jones dan Emma Bradburn. Natalie menyesalkan kejadian ini, “Daniel adalah anak yang manis, dia menyebut dirinya sebagai Superman karena selalu memakai kaos warna merah dengan tulisan S warna kuning di atasnya,” ujarnya.
Belum diketahui hukuman apa yang akan dihadapi ayah dan ibu Daniel. Keputusan sidang baru keluar 3 Julai nanti. Semoga kejadian tragis seperti ini tidak terjadi lagi.

5 Wanita Berbikini Lakukan Aksi Protes di Depan Toko Victoria's Secret

img 
ist.
 Tidak semua orang mengagumi perut rata dan tubuh ramping para model Victoria's Secret. Beberapa bahkan memprotes penampilan Alessandra Ambrosio dan Miranda Kerr cs. saat melenggang di atas catwalk untuk memamerkan koleksi lingerie terbaru brand asal Amerika Serikat ini.

Mereka adalah para anggota dari About-Face, sebuah organisasi yang mengampanyekan setiap wanita untuk memiliki imej positif terhadap tubuh mereka sendiri. Kehadiran model Victoria's Secret di berbagai media, dinilai telah membentuk imej yang tidak realistis.

Sejumlah aktivis melepaskan pakaian mereka, tampil hanya dengan bra dan underwear pada Sabtu (15/06/2013). Mereka berdiri di depan toko Victoria's Secret di San Fransisco, California untuk memprotes representasi media soal tubuh yang 'sempurna'.

Para aktivis yang semuanya wanita ini tampak percaya diri 'memamerkan' bentuk tubuh mereka, meskipun tidak seramping dan seindah model Victoria's Secret. Masing-masing memegang papan bertuliskan 'I pledge to love my body' dan 'Self Love'. Aksi ini bertujuan menyampaikan pesan bahawa wanita tidak perlu terlihat seperti model dan bertubuh super kurus untuk jadi menarik.

Mereka pun dengan bangga memposting foto setengah telanjang tersebut di Facebook dan Twitter demi menyebarkan pesan tersebut kepada wanita di seluruh dunia. Protes yang diorganisir lewat Facebook ini dinamakan "Operation Real Bodies Real Love: About-Face Action of Body Acceptance and Self-Love."

"Tidak semua orang perlu untuk menjadi seperti itu (model Victoria's Secret) untuk terlihat menarik, untuk jadi mengagumkan," tukas Jennifer Berger, executive director About-Face, yang dikutip dari Daily Mail.

Tak hanya wanita, pria pun ikut serta dalam aksi protes. Satu-satunya aktivitas pria tersebut hanya mengenakan boxer. Tanpa atasan dan alas kaki. Selama beraksi, aktivis meminta pejalan kaki yang lewat untuk menandatangani semacam 'perjanjian' yang isinya menyemangati mereka agar menerima keadaan tubuh apa adanya.

Para pejalan kaki juga diminta menandatangani petisi untuk melawan Victoria's Secret, yang dianggap telah mempromosikan penggambaran tidak realistis tentang sebuah kesempurnaan tubuh di media. 

"Kami ingin mewakili publik dan berusaha menghadirkan representasi tubuh yang lebih akurat di media. About-Face ingin remaja dan wanita paham dan menolak pesan media yang merusak, yang mempengaruhi kepercayaan diri dan body image," ujar Jennifer.

@Gelagat |

Arkib Blog

Home Sweet Home

MummyNemo