Mahasiswi Ini Setahun Tak Pakai Make-up Demi Eksperimen, Apa Hasilnya?

on 27 Julai 2014

img
Dok. Wordpress
Sebuah eksperimen sosial dilakukan olehs eorang mahasiswi Indiana University. Mahasiswi bernama Annie Garau itu mencUba untuk tidak memakai make-up selama setahun. Eksperimen itu dilakukannya untuk mengetahui apa yang terjadi ketika seorang wanita tidak mengenakan make-up.

Dalam blognya, Annie mengatakan secara tidak sadar make-up boleh menyebabkan seorang wanita menjadi tidak menyukai dirinya sendiri. "Ketika seorang wanita terus menilai dirinya dan wanita lain berdasarkan penampilan, bagaimana kita berharap pria tidak melakukannya? Ketika seorang wanita terus-menerus melihat dirinya di cermin dan bilang pada dirinya kalau mereka tidak cantik, bagaimana kita boleh meraih kepercayaan diri untuk menjadi seorang Senator dan CEO?" tulisnya di situs wordpress dengan nama Agarau10.

Annie menjelaskan lagi, eksperimen yang dilakukannya ini bukan berarti dia menentang penggunaan make-up. Dia hanya ingin wanita faham termasuk dirinya sendiri, bahawa mereka harus mengubah pemikiran tentang diri sendiri. "Jika itu harus dengan tidak memakai make-up, aku ingin mencobanya," tulisnya.

Sejak 1 Januari 2014 lalu Annie pun memulai percobaannya. Kini sudah tujuh bulan atau 200 hari lebih wanita 20 tahun itu tidak memakai make-up kemanapun dia pergi, baik ke kampus maupun menghadiri pesta.

Dalam tulisannya yang lain di situs Kentucky, Annie menceritakan bagaimana awalnya dia merasa berat untuk berpergian tanpa merias dirinya. Apalagi biasanya setiap akhir pekan dia menghabiskan waktu di pesta-pesta klub persaudaraan yang kebanyakan didatangi oleh wanita-wanita muda yang cantik.

"Aku merasa tidak nyaman, tidak diinginkan dan memalukan saat datang ke pesta itu atau saat melihat diriku di foto. Aku merasa seolah-olah orang-orang memperlakukanku berbeda. Dan temanku benar, sepertinya tidak akan ada yang tahu kalau aku berbohong (dengan memakai sedikit make-up). Atau bahkan kalaupun mereka tahu, mereka mungkin tidak akan peduli," tulisnya.

Dari risetnya Annie merasakan juga bagaimana penampilannya ketika tanpa make-up mempengaruhi pandangan pria terhadap dirinya. Kini, lebih sedikit lelaki yang mengajaknya berbual saat di pesta. Kalaupun mengajak berbual, mereka hanya berbicara sebentar dan pergi begitu saja. Wanita berambut ikal itu pun menemukan sebagian besar lelaki merasa mereka lebih suka wanita tanpa make-up atau tampil natural. Kenyataannya para lelaki ini lebih tertarik pada wanita yang memakai make-up namun tidak berlebihan.



Bencana Fashion Jenifer Garner Yang Memalukan Dan Murahan

Para aktris Hollywood selalu berlumba tampil seksi saat mereka menghadiri suatu acara rasmi seperti karpet merah sehingga para selebritis tersebut bisa tebar pesona.

Seperti misalnya Jennifer Garner yang tampil amat menggoda pada acara amal di Beverly Hills, California, Amerika Syarikat sebelum ini.

Jennifer Garner
Busana yang dikenakannya membuat Jennifer tampil seksi dan menjadi pusat perhatian

Ia mengenakan gaun model tanpa tali pundak warna merah rekaan Vivienne Westwood yang terlihat ketat pada bagian dadanya sehingga membuat payudaranya terkesan tumpah. Ia memang terlihat seksi dan menawan, namun beberapa kritik mode menilai bahawa penampilannya terlihat bagaikan bencana fashion.

Fashion Disaster Jenniger Garner

Fashion Disaster Aktris Hollywood
detik-detik sebelum ia mengalami insiden nipple slip yang memalukan (Ooops! *sensor*)

Terlebih lagi dengan gaun tersebut ia mengalami nipple slip. Oooops! Sungguh memalukan!
(Daily Mail)

Sebarkan "Selfie" Alat Vitalnya, Artis Jepun Ditahan

on 17 Julai 2014



Artis perempuan Jepun Megumi Igarashi, ditangkap polis setelah membuat selfie alat vitalnya kemudian membuat cetakan tiga dimensinya untuk 30 orang yang akan membantunya membiayai salah satu kreasinya.

Polis mendakwa Megumi telah melanggar undang-undang antipornografi. Polis mengklaim, artis perempuan itu telah meraup hampir 6.000 poundsterling untuk "hasil karyanya" itu.

Meski demikian, Megumi yang memiliki nama samaran Rokudenashiko itu mengatakan, dia yakin data tiga dimensi alat vitalnya itu bukan merupakan sebuah perbuatan cabul, dan dia tak menerima wang untuk foto selfie itu.

"Saya membuat karya seni menggunakan vagina saya yang saya sebut dengan kata Manko," ujar Megarashi.

"Saya pikir sungguh menarik boleh menghiasi vagina saya dan menggunakannya sebagai diorama. Namun, saya terkejut kerana banyak orang marah dengan karya saya, atau kerana saya menyebutnya Manko," tambah dia.

Megumi menambahkan, dia tidak mengerti mengapa masyarakat Jepun menganggap penggambaran atau penyebutan alat vital adalah hal tabu. Padahal, lanjut Megumi, alat kelamin lelaki atau penis dengan bebas digunakan sebagai ilustrasi dan sudah menjadi bagian budaya pop Jepun. kompas.com

Pamer Tubuh Gemuk, Akaun Instagram Gadis Ini Ditutup

img
dok. Instagram
 Media Sosial  foto, Instagram sudah beberapa kali menghapus akaun penggunanya terkait dengan foto yang menurut Instagram tidak layak ditampilkan. Beberapa waktu lalu, akaun bernama HeatherBays dihapus karena mem-posting foto tengah menyusui sang anak. Akaunnya saat itu menuai kontroversi sehingga Instagram menghapusnya.

Baru-baru ini, kes serupa juga dialami oleh gadis asal Ohio bernama Samm Newman. Gadis 19 tahun itu menuduh Instagram diskriminasi terhadapnya kerana ia bertubuh gemuk. Beberapa kali Samm mem-posting foto yang menampilkan banyak kulitnya yang hanya mengenakan bra dan underwear. 

Instagram memang memiliki aturan bahawa foto yang di-posting tidak boleh mengandung unsur seksual. Tampaknya, alasan aplikasi foto itu menghapus akaun Samm bernama snicolen58 itu kerana melanggar aturannya.

Meski begitu, Samm merasa bahwa Instagram melakukan diskriminasi menutup aaunnya kerana ia bertubuh kurang ideal. Dalam beberapa media, Samm mengungkapkan rasa kecewanya pada Instagram. 

Samm menceritakan, ketika remaja ia sangat tidak percaya diri. Namun setelah ia masuk kuliah, dan aktif di jejaring sosial Instagram, kepercayaan dirinya kembali setelah menemukan grup wanita muda dengan hashtag #bodylove dan #pizzasister4lyfe.

Mereka saling follow dan memberikan komentar positif satu sama lain, meski komunitas tersebut memiliki tubuh yang dianggap kurang ideal. Sejak saat itu, kepercayaan diri Samm tumbuh. Tapi kini, Samm merasa Instagram justru melakukan diskriminasi pada wanita-wanita bertubuh gemuk yang tengah membangkitkan kepercayaan diri. 

Tidak ingin disudutkan banyak pihak, baru-baru ini, Instagram meminta maaf atas penghapusan akaun Instagram Samm. Instagram mengklaim bahwa pihaknya melakukan kesalahan dalam menghapus akaun dan akan segera mengembalikan akun Samm. Kini akun Samm telah kembali dan ia banyak mendapatkan follewer baru kerana mendapatkan banyak dukungan. 

Wanita di Kursi Roda Dan Lelaki Berkaki Satu, Jadi Model untuk Label Fashion

img
Dok. Nordstorm
 Retailer fashion dari Amerika, Nordstorm mengajak model-model yang tidak biasa untuk katalaog terbaru mereka. Jika biasanya kempen sebuah brand fashion diisi oleh model dengan tubuh  dan wajah yang tampan atau cantik, Nordstorm menjadikan ketidaksempurnaan manusia jadi hal yang hebat dan menginspirasi.

Katalog terbaru mereka menampilkan model dan juga blogger berbasis di New York, Jillian Mercado sebagai bintangnya. Wanita berusia 26 tahun itu memiliki kelainan pada ototnya sehingga memerlukan kerusi roda untuk berjalan. Jillian yang juga sempat jadi model untuk brand Diesel ini, tampil edgy dalam pemotretan itu dengan jaket kulit model biker dan boots.

Tak hanya Jillian, ada pula model difabel lainnya yang menampilkan koleksi terbaru dari retailer online tersebut. Adalah seorang lelaki dengan sepatu lari dari Nike yang sedang meregangkan otot dari kaki palsunya.




Di halaman lainnya, seorang wanita tampak cantik dengan busana bergaya retro klasik. Wanita yang hanya memiliki satu tangan itu mempamerkan tas tote berukuran besar. Padanan busana dengan rok kulit, membuat tweed blazer serta kemeja dan sweater yang klasik jadi lebih modern dan chic.

Sebagai sebuah retailer yang telah eksis dari 1901, ini bukan kali pertama Nordstorm menginspirasi dengan foto-foto yang menampilkan orang-orang difabel sebagai modelnya. Hal ini sudah dilakukan brand itu sejak tahun 1991.

Sebuah langkah kecil untuk menunjukkan pada dunia, bahwa difabel bukanlah akhir dari segalanya telah jadi salah satu isu dalam dunia mode saat ini. Bulan Februari 2014 di New York Fashion Week misalnya, adalah momen pertama kalinya pekan mode itu menampilkan model difabel. Pemandangan tersebut dapat dilihat saat show dari Carrie Hammer untuk koleksi musim dinginnya. Brand fashion Diesel juga menampilkan blogger difabel Jillian Mercado sebagai bintang koleksi Spring/Summer 2014. Ia dipilih langsung oleh creative director Diesel, Nicola Formichetti.

Arkib Blog

 
© borak kosong All Rights Reserved